54 KK Ditiga Kenagarian di Solok Selatan Terima Bantuan Rp20 Juta

  • Adit
  • 5 Maret 2021
  • Komentar Dinonaktifkan pada 54 KK Ditiga Kenagarian di Solok Selatan Terima Bantuan Rp20 Juta

Padang Aro, Kopasnews.com — Sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) akan mendapatkan jatah anggaran pembangunan perumahan layak huni, masing-masing akan menerima sebesar Rp20 juta di tahun 2021. 

Tahun sebelumnya, penerima bantuan hanya dijatah Rp17 juta, namun sekarang pemerintah sudah meningkatkan jumlah anggarannya sebesar Rp3 juta. 

“Dengan meningkatnya anggaran bantuan Rp20 juta, artinya Pemerintah Pusat ingin meningkatkan kualitas perumahan untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah,” kata Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkin LH) Solok Selatan, Novi Hendrix, Jumat (5/3/2021).

Dari 54 unit tersebut, total anggaran yang dikuncurkan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,12 miliar di tahun 2021.
Dijelaskannya, pada Maret bulan ini baru tahap pembentukan tim fasilitator yang akan bertugas melakukan survei kelapangan. Apakah bantuan yang diajukan Wali Nagari memenuhi persyaratan untuk diberikan bantuan atau tidak. 

“Dari 54 unit rumah layak huni yang akan dibangun tahun ini di Solsel, akan disurvei kelayakanya sesuai yang diajukan pihak Wali Nagari bersangkutan,” bebernya. 

Sementara, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perkin LH Solok Selatan, Alvinosendra menambahkan, jatah anggaran peningkatan kualitas perumahan di Solsel hanya diperuntukan bagi tiga kenagarian di Solsel tahun 2021.

8Yakni Nagari Bomas, Kecamatan Sungai Pagu sebanyak 1 unit, di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir 18 unit dan 18 unit lagi di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu. 

“Diperkirakan pada Mei mendatang kegiatan pembangunan rumah layak huni ini sudah terealisasi dilapangan,” paparnya. 

Bahkan 54 KK penerima bantuan rumah itu, nama penerima sudah ada di aplikasi Elektronik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diajukan oleh Nagari bersangkutan. 

Jika sudah terbentuk fasilitatornya, maka valid asi kelapangan dilakukan segera mungkin. 

“Pemerintah hanya menyerahkan biaya upah tukang kepada penerima, selebihnya kebutuhan bangunan seperti besi, batu, pasir, batako, atap, kayu dan lainnya,” bebernya. Adi 

Penerima bantuan rumah layak huni
error: Content is protected !!