Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman

Solok Selatan, Kopasnews.com — Peresmian Rumah Sakit Pratama (RSP) Solok Selatan (Solsel) dilaksanakan usai Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan terpilih Khairunas-Yulian Efi dilantik oleh Gubernur Sumbar pada Maret 2021.

“RSP, insyaallah diresmikan oleh Bupati Solsel terpilih. Sebab kelengkapan sudah memenuhi persyaratan untuk kegiatan operasional,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, Minggu (28/2/2021).
Dia menjelaskan, pengoperasian Rumah Sakit secara perizinan, izin mendirikan bangunan telah selesai, sekarang tinggal menunggu izin operasional rumah sakit.

Pihaknya sebut Novirman, saat ini menunggu surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, terkait hal-hal apa saja yang segera dipenuhi untuk memulai aktivitas rumah Sakit Pratama Solsel yang dibangun di tahun 2020 di Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan. 

“Secara legal aspek, semua sudah memenuhi persyaratan. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan operasional RS,” bebernya.

Seperti Sumber Daya Manusia (SDM) sudah tersedia 107 orang, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, tenaga gizi, Labor, bidan, perawat, kesehatan masyarakat dan lainnya.

Penunjang lainnya seperti radiologi, psikoterapy juga sudah siap. Termasuk empat unit ambulan dan mobil dinas Direktur Rumah Sakit Pratama. 

“Bahkan dua dari lima dokter yang disekolahkan daerah, tahun ini sudah menyelesaikan studi Kedokterannya. Jadi, kebutuhan dokter umum dan spesialis terpenuhi dengan baik,” terangnya. 

Kemudian Sumber Daya Keuangan (SDK) juga telah dianggarkan di APBD Solok Selatan, untuk penunjang pelaksanaan operasional. 

Serta Sumber Daya Peralatan sebesar Rp14 miliar telah di belanjakan, sumberdaya marketing telah disiapkan Dinas Kesehatan untuk sosialisasi kepada masyarakat. 

“Tinggal sosialisasi setelah RS di resmikan Bupati terpilih,” terangnya. 
“Dengan sumber daya yang telah tersedia, kita siap untuk peresmian,” tuturnya. 

Sama hal dengan rumah sakit lain yang perlu disiapkan, dan sebenarnya RS Pratama sudah type D. 

Mudahan saja di Maret 2021, rumah sakit sudah bisa menampung pelayanan kesehatan masyarakat. 

Atau menerima rujukan dari Puskesmaa dari Kecamatan Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo dan Sangir Jujuan. 

“Artinya, pertolongan kesehatan akan cepat dirasakan masyarakat. Sebab merujuk pasien tidak perlu lagi jauh-jauh hingga ke Muaro Bungo, Jambi atau ke RSUD Sungai Dareh bagi masyarakat Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari,” tuturnya. (Adi)