Ini Keuntungannya Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya Dibangun Kemenko Maritim di Tahun 2021

Plt Bupati Solsel Abdul Rahman saat presentasi jalan tembus Solsel-Dharmasraya DI Kemenko Maritim

Solok Selatan, Kopasnews.com — Pembangunan infrastruktur jalan tembus Solok Selatan (Solsel) – Dharmasraya dikebut tahun ini dengan anggaran sekitar Rp630 miliar, keuntunganya bagi daerah dapat memperpendek akses ke tol Sumatera.

Disamping itu, juga dapat menguntungkan bagi pekonomian, pertanian, pariwisata dan lainnya. 

Artinya Kabupaten Solok Selatan akan menjadi daerah strategis, serta berada ditengah-tengah karena diapit oleh sejumlah Kabupaten di Sumbar dan Jambi,” begitulah pemaparan Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman saat persentase pembangunan jalan tembus Dharmasraya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Maritim) RI, kemarin. 

Kata Abdul Rahman, Solsel akan berada ditengah-tengah enam Kabupaten dan saat ini masih dipinggiran karena belum ada konektivitas jalan penghubung itu,” ucapnya kepada Kopasnews.com, Jumat (19/2/2021).

Ke enam Kabupaten yang akan mengapit Solsel yakni Dharmasraya, Solok, Pesisir Selatan, dan dua Kabupaten di Provinsi Jambi yakni Kerinci, Muaro Bungo. 

Apalagi tol Sumatera akan sampai ke Dharmasraya, nah apabila gerbang tol Sumatera akan memperpendek jarak menuju Kabupaten Dharmasraya. 

Dijelaskannya, sementara jarak Solsel ke Dharmasraya hanya sekitar 75 KM, jika tahun ini diaspal maka bisa ditempuh 1 jam perjalanan dengan kendaraan. Namun lewat Lubuk Silasih menuju Dharmasraya sekitar 8-10 jam perjalanan, jarak Padang-Solsel 4-5 jam perjalanan.

“Makanya Solsel sangat berambisi rebut dana Pen, untuk memenuhi tunggakan pembangunan. Dipenghujung masa jabatan, bisa merespon dan di follow up Kementerian terkait,” ujarnya. 

“Insyaallah, jika perencanaan bulan ini selesai di Kemenko Maritim, maka pelaksanaan bisa dilakukan di bulan-bulan depan. Sudah bisa dikerjakan pembangunan di tahun 2021 ini,” tuturnya. 

Intinya, Solsel cepat maju, dan tidak akan pernah maju karena selama ini Kabupaten pedalaman karena kondisi akses. Sebab mobilitas tergantung kondisi jalan. (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!