Pengelola GBK Solsel terlihat goro membersihkan semak dibadan jalan wisata alam di Kecamatan Sangir Balai Janggo itu

Solok Selatan, Kopasnews.com — Disela-sela kunjungan wisata sepi, pengelola Goa Batu Kapal (GBK) melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) membenahi infrastruktur jalan, dan saluran irigasi jalan menuju wisata alam yang unik nan mempesona itu. 

Sebab, semak disepanjang jalan sudah tinggi dan sudah mulai menutupi kiri kanan bibir jalan wisata. Bahkan saluran irigasi jalan pun kondisinya sudah ditutupi tanah, kegiatan itu demi memberikan rasa aman bagi pengunjung. 

“Kondisi jalan menuju wisata GBK ini sudah terlihat sempit, karena ditutupi semak. Begitu pun saluran irigasi sudah dangkal, maka kami pilih goro hari ini,” kata Ketua Pengelola GBK Solok Selatan, Yuneldi, Senin (15/2/2021). 

Dia menjelaskan, kegiatan goro ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung wisata alam yang terletak di Jorong Ngalau Indah, Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo. 

Kondisi jalan wisata tersebut sungguh memprihatinkan, karena bertambah sempit disebabkan dipenuhi tumbuhan semak. 

Kendaraan pengunjung yang datang dari dalam wilayah Sumbar, maupun dari luar Sumbar kerap mengalami kesulitan ketika datang berlawanan arah. 

“Nah, dengan dibenahi infrastruktur ini oleh pengelola, sehingga jalan wisata alam ini bisa dilewati dengan aman,” ungkapnya.

Disamping pembersihan semak dibandan jalan, pihak pengelola GBK juga menimbun badan jalan yang berlubang-lubang.

Dikatakannya, lubang dibandan jalan ketika hujan turun maka air akan tergenang. Ini akan membuat pengunjung tidak nyaman berlibur ke GBK yang memiliki jutaan ukiran yang berwarna warni itu. 

“Kemarin bus wisata dari Padang tidak bisa masuk, lantaran kondisi jalan sempit. Sehingga kami goro hari ini,” tuturnya.

Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, mengapresiasinya dan terus mendorong penggiat wisata alam untuk berbuat lebih untuk objek wisata alam. 

“Swadaya pembenahan infrastruktur dilakukan pengelola GBK, sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan objek wisata alam itu,” bebernya. (Adi)