Harga Komuditi Pinang Kering Tembus Rp13 Ribu Perkilogram

Pirdaus petani pinang di Lubuk Gadang Timur Kecamatan Sangir Solsel

Solok Selatan, Kopasnews.com — Harga komuditi buah pinang sudah naik lagi, setidaknya akan dapat membantu tambahan beban ekonomi keluarga bagi masyarakat. 

Bahkan harga tanaman tua jenis pinang itu sudah mencapai Rp13 ribu perkilogramnya, minggu lalu hanya Rp12 ribu paling tinggi dibeli pedagang. 

“Sekarang sudah naik lagi, mana yang sudah kering kita jual ke pedagang,” ungkap Firdaus petani pinang di Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Sabtu (13/2/2021).

Dia mengatakan, jika harga tersebut terus bertahan maka akan memberikan dampak positif bagi perekomian masyarakat. Terutama yang memiliki pohon tanaman pinang. 

Di daerahnya sebut Firdaus, lebih banyak petani menjual pinang kering ketimbang pinang muda. Sebab disisi harga lebih untungkan petani, kalau pinang muda hanya Rp10 ribu satu kaleng. 

“Kita lebih cenderung jual yang kering, sebab yang muda hanya dihargai Rp10 ribu perkaleng,” ujarnya. 

Satu kaleng berisi 10 gantang, bila dikelupas maka berat ketika sudah dikeringkan lewat sinar matahari hasilnya kisaran 3 kilogram. 

Artinya sudah Rp30 ribu bila buah pinang diolah dan dibuang kulitnya. Anggap saja perkilogram upah belah, dan congkel Rp2 ribu perkilo. 

Masih untungkan pemilik pinang ketika dijual ketika muda atau saat dipanen dibatangnya. 
“Sebab itu saya lebih memilih mengolah sendiri dan dijual ketika sudah kering. Hasilnya lebih banyak kita terima ketika dijual muda atau saat di panen,” ucap pria yang akrab disapa Buyuang itu. 

Dia mengatakan, pohon pisang mudah tumbuh. Hasil panen itu ditanam di pematang sawah, jadi tidak sekedar menghasilkan padi. Juga pinang bisa menghasilkan tambahan belanja keluarga. 

“Mudahan saja harga pinang terus bertahan disaat kondisi ekonomi masyarakat belum stabil,” paparnya. 
Pedagang pinang di Kecamatan Sangir, Afrizal membenarkan, harga pinang saat ini Rp13 ribu perkilogram. 

Harga cukup mahal, tetapi cari pinang kering sulit. Mungkin saja faktor musim hujan,” pungkasnya. (Adi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!