Kepala BKPSDM Solsel Hapison saat serahkan SK kepada calon pegawai P3K didampingi Sekdakab Solsel Doni Rahmat Samulo

Solok Selatan, Kopasnews.com — satu orang penyuluh Pertanian di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) meninggal dunia sebelum menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (P3K) di tahun 2021. 

Kepala Badan Kepegawaian Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solok Selatan, Hapison menjelaskan, dengan meninggalnya satu penyuluh, sehingga jumlah formasi pegawai P3K di Solsel yang akan menerima SK pegawai dengan perjanjian kontrak berjumlah 101 orang 

Hasil konsultasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (Bkn) RI, bahwa almarhum Aziad tidak bisa diganti dengan nama yang lainnya. 

“Jadi, hanya 101 P3K yang akan menerima SK Kepegawaian, terdiri dari 68 orang tenaga pendidik, 1 orang tenaga kesehatan, dan 33 penyuluh pertanian,” ungkap Hapison, Kamis (11/2/2021). 

Dia mengatakan, untuk kualifikasi jabatan guru minimal pendidikan saat menerima SK P3K adalah starata satu (S1), dan masih aktif sebagai tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Solsel. 

Sedangkan tenaga kesehatan minimal pendidikan DIII serta memiliki Surat Tanda Register (STR) aktif, dan tenaga penyuluh pertanian pendidikan umumnya pendidikannya SMK bidang pertanian dan SLTA plus sertifikasi bidang pertanian. 

Sebenarnya kata Hapison, dari 102 yang lolos P3K saat dilakukan pemetaan oleh Menteri Perdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) berjumlah 294 orang, dengan rincian guru 253 orang, tenaga kesehatan 5 orang, dan penyuluh pertanian 36 orang. 

Namun ketika seleksi berkas ditingkat Kabupaten Solsel yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes Computer Asissted Test (Cat) UNBK hanya 185 orang. 
Terdiri dari 150 orang guru, 2 orang tenaga kesehatan dan 33 orang Penyuluh Pertanian. 

“Saat ini sedang proses penerbitan NIP P3K ke kantor regional XII BKN Pekanbaru,” bebernya. (Adi)