Batu Malin Kundang: Menyingkap Kisah Legenda di Pantai Air Manis, Padang

Batu Malin Kundang Yang menjadi legenda Minang di Pantai Air Manis Pandang. Istimewa
Batu Malin Kundang Yang menjadi legenda Minang di Pantai Air Manis Pandang. Istimewa

 

Kopasnews.com – Legenda Malin Kundang yang telah mewarnai kisah rakyat Sumatera Barat kini diwujudkan dalam sebuah karya seni di Pantai Air Manis, Padang. Karya tersebut berupa pecahan kapal dan sosok yang disebut sebagai Malin Kundang dalam posisi tertelungkup di pesisir pantai.

Batu-batu yang menggambarkan akhir hidup Malin Kundang, seorang saudagar yang dikutuk karena tidak mengakui ibunya, telah menjadi daya tarik utama di Pantai Air Manis. Relief pada Batu Malin Kundang ini dibuat pada tahun 1980-an oleh seniman Ibenzani Usman, dan sejak itu menjadi salah satu destinasi wisata populer di Kota Padang.

Kisah Malin Kundang bermula dari seorang anak semata wayang yang tinggal bersama ibunya. Ketika remaja, ia memutuskan untuk merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.

Namun, di tengah perjalanan, kapal tersebut diserang oleh bajak laut. Semua barang dagangan dirampas dan para awak kapal dibantai. Beruntung, Malin Kundang berhasil selamat dengan bersembunyi dan akhirnya terdampar di sebuah pantai.

Di desa terdekat, Malin Kundang memulai hidup baru. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil menjadi saudagar kaya dengan banyak kapal dagang. Setelah menikah, ia kembali melakukan pelayaran dan berlabuh di tanah kelahirannya.

Baca Juga : Goa Batu Kapal Raih Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia

Ibu Malin, yang mengenali anaknya, mencoba mendekati kapal untuk berbicara dengannya. Namun, Malin Kundang merasa malu dengan penampilan ibunya yang lusuh dan mengusirnya.

Merasa terluka dan marah, ibu Malin Kundang pun menyumpah anaknya menjadi batu. Ketika Malin Kundang kembali berlayar, badai dahsyat menghancurkan kapalnya, dan ia terdampar di pantai tanah kelahirannya. Perlahan, tubuhnya berubah menjadi kaku dan akhirnya menjadi batu karang, sesuai dengan sumpah ibunya.

Baca Juga : Kampung Adat Terpopuler Jadi Objek Pelestarian Budaya Matrilineal

Kisah tragis ini tidak hanya menjadi legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi simbol di Pantai Air Manis. Batu Malin Kundang kini menjadi saksi bisu dari cerita klasik ini, menawarkan pengunjung sebuah pengingat akan pentingnya menghormati dan menghargai orang tua.

Pantai Air Manis terus menarik minat wisatawan yang ingin melihat langsung tempat di mana legenda ini bermula, menjadikannya salah satu ikon wisata di Sumatera Barat. (put)