BNPB Siapkan Rp1,75 Miliar Untuk Penanganan Darurat Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi pasca banjir di Pesisir Selatan Sumatera Barat
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi pasca banjir di Pesisir Selatan Sumatera Barat. Dok BNPB

Kopasnews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dukungan anggaran Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp1,75 miliar sebagai dukungan upaya percepatan penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Barat.

Dengan rincian Rp350 juta untuk Kabupaten Pesisir Selatan, untuk Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang sebesar Rp250 juta. Selanjutnya Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Mentawai masing-masing Rp150 juta, Korem 032/Wirabraja Rp150 juta, Polres Pesisir Selatan Rp100 juta, dan Kodim 0311/Pesisir Selatan Rp100 juta.

“DSP ini bisa digunakan sebagai operasional maupun hal lain yang bersifat kedaruratan seperti pembelian perabotan perumahan warga seperti kompor, gas, beras, dan lain sebagainya,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin (11/3/2024).

Dia berpesan masyarakat yang terdampak harus ditangani dengan baik, penuhi kebutuhan dasarnya dengan DSP.

Baca Juga : Banyak Korban Jiwa Ditemukan Dampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan

Disamping dana DSP, BNPB juga memberikan bantuan logistik dan peralatan berupa 2 unit perahu karet, 10 unit pompa alkon, 2 unit tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, 500 paket sembako, 500 paket makanan siap saji, 500 biskuit protein.

Kemudian 500 paket hygiene kit, 500 lembar selimut, 500 lembar matra, 20 unit penjernih air, 2016 botol sabun cair, 5 unit chain saw, dan 100 unit velbed untuk masing-masing Kabupaten/Kota yang telah menetapkan status darurat.

Baca juga: Siap Debut Timnas, Nathan Djoe Resmi WNI

“Dari 12 Kabupaten/Kota terdampak sudah ada 5 daerah yang menetapkan Status Tanggap Darurat. Adapun daerah yang telah menetapkan status darurat adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai,” bebernya. (auf)