Percepat Transformasi Digital di 39 Titik Daerah Blankspot di Solsel

IMG 20220713 WA00191657702637101
Bupati Solsel bersama dinas Kominfo memaparkan kondisi daerah blank spot di Solsel

Padang, kopasnews.com – Pemkab Solok Selatan bahas percepatan transformasi digital, sekaligus pengentasan wilayah blankspot atau daerah tidak tersentuh sinyal seluler dan internet bersama pihak PT. Icon Plus Sumbar.

Karena di era digitalisasi menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam menyediakan transformasi digital bagi masyarakat, sebagai akses teknologi informasi dan komunikasi.

“Transformasi digital ini sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini, baik bagi dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam melakukan proses bisnis secara online,” kata Bupati Solok Selatan, Khairunas, Selasa (12/7/2022).

Diperjelasnya, di Kabupaten Solok Selatan sendiri terdapat 39 titik Blankspot di 39 Jorong di 6 Kecamatan, jumlah ini mencapai 1/8 dari total wilayah Solok Selatan.

Jadi daerah sebutnya perlu dukungan penuh dari pihak PT.Icon Plus Sumbar dalam mengentaskan permasalahan daerah terkait masih banyak yang berstatus blankspot.

“Mudahan saja kita Pemkab dengan PT.Icon Plus Sumbar dapat segera mungkin membebaskan daerah-daerah blankspot di sejumlah daerah di Solsel,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman menyebut, mengatakan, percepatan transformasi digital ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab, perlu adanya kolaborasi semua pihak baik dari sektor publik, privat, maupun dengan masyarakat, termasuk dengan PT. Icon Plus Sumbar.

Dilanjutkannya, bahwa program pengentasan daerah blankspot sebagai solusi persoalan yang dihadapi masyarakat. Sekaligus meningkatkan kinerja pelayanan pemerintahan yang membutuhkan jaringan internet.

“Banyak masyarakat yang tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga karena kondisi blankspot, termasuk mendapatkan informasi terbaru melalui digitalisasi,” terangnya.

Menurut Firdaus, telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, dunia usaha dan kegiatan pemerintah.

“Banyak mamfaatnya di masyarakat dan pemerintah, terutama komunikasi antar keluarga, informasi terbaru, perkembangan daerah, termasuk layanan secara elektronik dokumen masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, General Manager ICON+ Sumbagteng, Handy Sanjaya mengayatakan komitmennya untuk berikan bantuan melalui program-program percepatan transformasi digital dan pengentasan wilayah blankspot di Solok Selatan.

Sebab ketersediaan akses telekomunikasi yang memadai dapat mewujudkan program-program lain lebih optimal.

“Kita siap membantu dan mendukung percepatan transformasi digital dan pengentasan blankspot khususnya di Kabupaten Solok Selatan”, paparnya.

Dikatakannya, pelayanan publik di Solsel dengan lancarnya akses seluler dan internet akan cepat dan transparan, disamping itu kesempatan usaha lebih mudah melalui digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), memajukan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan program pemerintahan lainnya.

“Karena zaman terus berubah dengan kemajuan teknologi, apa yang sudah dibicarakan Pemkab dengan kami untuk kemajuan daerah dan percepatan digitalisasi sebagai bentuk pelayanan publik tepat guna,” jelasnya. (adi)