Banjir Mendadak di Ngarai Sianok, Rumah dan Warung Hanyut

Kondisi luapan sungai yang datang secara tiba-tiba di lokasi Ngarai Sianok VI Suku, Senin (3/6/2024) sekira pukul 14.58 wib sore. Foto Tangkapan layar
Kondisi luapan sungai yang datang secara tiba-tiba di lokasi Ngarai Sianok VI Suku, Senin (3/6/2024) sekira pukul 14.58 wib sore. Foto Tangkapan layar

Kopasnews.com – Banjir mengejutkan melanda kawasan wisata Ngarai Sianok di Provinsi Sumatera Barat pada Senin (3/6/2024) sekitar pukul 14.58 WIB, meskipun tidak ada hujan yang turun sebelumnya. Banjir tiba-tiba tersebut menyebabkan sejumlah rumah dan warung milik warga hanyut terseret arus sungai yang meluap.

Bupati Agam, Andri Warman, segera meninjau lokasi banjir di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, bersama rombongan. Mereka menyaksikan kerusakan parah pada bangunan rumah dan warung warga yang terdampak.

“Belum selesai penanganan banjir bandang akibat luapan lahar dingin Gunung Merapi, kini bencana banjir kembali melanda Ngarai Sianok,” ungkap Andri Warman.

Setelah banjir surut, Andri bersama tim memeriksa rumah-rumah warga yang terendam banjir. Mereka menemukan material seperti pasir dan batu kerikil yang menumpuk di dalam rumah. Kerusakan parah terjadi terutama pada bangunan di dekat sungai Ngarai Sianok.

Baca Juga : Tim Ekspedisi Bersihkan Material Kayu Besar dan Kecil di Hulu Sungai Batang Sigarunggung Tanah Datar

“Dari laporan sementara, lebih dari 40 warga terdampak banjir telah diungsikan sementara waktu. Setidaknya lima rumah dan tiga warung di bibir sungai mengalami kerusakan berat dan hanyut akibat banjir ini,” jelasnya.

Camat IV Koto, Subchan, mengungkapkan bahwa ini merupakan banjir ketiga yang terjadi tahun ini, setelah kejadian serupa pada April 2024. Banjir kali ini datang dengan arus yang sangat deras dan mencapai ketinggian dada orang dewasa. Rumah dan warung yang terdampak berada di dataran rendah.

“Kita berdoa agar tidak terjadi banjir susulan. Warga yang terdampak telah diungsikan demi keselamatan mereka dan untuk menghindari bahaya banjir selanjutnya,” tambah Subchan. (put)