Korban Tertimbun Longsor Ditemukan Tim Gabungan

korban tertimbun material longsor Bukit Sungai Rasak Kandang Baniah di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, Solok Selatan (3/1) sore oleh Tim Gabungan Basarnas
korban tertimbun material longsor Bukit Sungai Rasak Kandang Baniah di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, Solok Selatan (3/1) sore oleh Tim Gabungan Basarnas

Solsel, kopasnews.com – Tim Gabungan Basarnas berhasil menemukan Amri 56 tahun korban tertimbun material longsor Bukit Sungai Rasak Kandang Baniah di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Korban di temukan setelah 2 jam dilakukan penggalian tanah dengan alat manual cangkul, ditemukan sekira pukul 15.05 wib dengan kedalaman sekitar 3 meter, Rabu (3/1/2023) sore.

“Korban di temukan dalam kondisi tubuh miring di lokasi kejadian dan telah meninggal dunia. Kemudian di evakuasi ke rumah duka dengan cara di gotong, malam ini juga di kebumikan,” kata Camat Koto Parik Gadang Diateh Sonni Patrisia, Rabu (3/1).

Dia menjelaskan, hari pertama pencairan pada Selasa (2/1) kemarin, tim Basarnas gagal menuju lokasi korban tertimbun bencana longsor di Bukit Sungai Rasak Kandang Baniah.

Baca Juga : Pencarian Korban Tertimbun Longsor Terkendala Hujan Deras

Hal itu disebabkan hujan deras tak henti-hentinya turun di bumi alam Sarantau Sasurambi tersebut, serta dampak Sungai Batang Suliti pasang naik dengan ketinggian mencapai 15 meter. Sehingga akses menuju lokasi akan lebih sulit di tempuh meskipun berjalan kaki dan menyeberangi sungai.

“Pencarian di hari kedua membuahkan hasil, korban di temukan tertimbun sedalam 3 meter. Kita berharap pihak keluarga tanah dan sabar dalam menerima musibah ini,” tuturnya.

Tim gabungan berjumlah 50 orang menuju lokasi longsor tersebut sekira pukul 09.50 wib pagi, dengan cara berjalan kaki menempuh jarak 3,5 jam perjalanan.

Tim yang turun terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Pihak Kecamatan KPGD, Wali Nagari Kandang Baniah, dan masyarakat sekitar.

Korban tertimbun ketika sedang bekerja mencari nafkah mengambil tanah gerondongan. Di akibatkan kondisi curah hujan tinggi debit air tak bisa tertampung bukit sehingga memicu longsor yang mencapai kedalam 100 meter.

“Kita bersyukur korban cepat di temukan dan penggalian tanah tidak terlalu dalam,” beber Soni.

“Saat peristiwa longsor terjadi.Korban sempat berlari bersama temannya bernama Ade. Namun ia tidak kelihatan lagi ketika Ade yang selamat dari maut tiba di lokasi yang aman,” tuturnya.

Baca Juga : Ketua LKAAM, Sepuluh Perkara Pidana di Solsel Diselesaikan Secara Adat

Ade dan korban yang sama-sama mengambil tanah gerondongan dengan karung. Ade sendiri selamat dari maut karena dengan cepat berlari dan kondisinya luka-luka ringan akibat terkena material longsor.

“Selasa siang sekira pukul 14.00 wib warga dapat informasi dari Ade, kalau korban bernama Amri tertimbun material bukit longsor. Alhamdulillah, pada hari kedua ini berhasil di temukan,” jelas Sonni.

Camat KPGD Sonni Patrisia melepas tim Basarnas, TNI, Pori, pihak kecamatan dan Nagari bersama masyarakat turun melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Nagari Pakan Ranbaa Tengah. Ist
Camat KPGD Sonni Patrisia melepas tim Basarnas, TNI, Pori, pihak kecamatan dan Nagari bersama masyarakat turun melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Nagari Pakan Ranbaa Tengah. Ist

Dia menyebut korban akan di kebumikan malam ini juga di pandan pekuburan keluarga di Kandang Baniah di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Diperkirakan sampai di rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB malam ini. Nah, usai di evakuasi dari lokasi tertimbun. Korban di gotong bersama-sama ke rumah duka dengan jarak tempuh cukup jauh. Sebab hanya bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki.

“Pihak keluarga dan masyarakat sudah menyiapkan tempat terakhir korban. Sesampai di rumah, korban akan di mandikan, dikafani, di sholat kan dan di makamkan pada malam ini,” bebernya.

Dia menghimbau, agar masyarakat yang rumahnya berada di pinggir sungai, di pinggir tebing, di tepi bukit atau bekerja di tempat yang rawan. Agar berhati-hati, sebab bencana itu bisa terjadi kapan saja.

“Sebab curah hujan masih turun di bumi Solsel, karena itu kehati-hatian sangat penting,” himbaunya. (adi)