Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku Curanmor, Wabup Solsel Ikut Jadi Korban

Pelaku Curanmor beraksi di saat jemaah sedang sholat subuh Kamis 28 Maret 2024 kemarin teriakan CCTV Masjid
Pelaku Curanmor beraksi di saat jemaah sedang sholat subuh Kamis 28 Maret 2024 kemarin teriakan CCTV Masjid

Kopasnews.com – Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di tiga Masjid saat sholat subuh di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan.

Aksi curanmor yang tertangkap CCTV masjid terlihat dua orang pemuda bertopeng dan bermasker saat akan mengambil kendaraan bermotornya. Kendaraan yang berhasil di bawa kabur pelaku yakni dua unit sepeda motor milik masyarakat dan satu unit sepeda motor milik Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi.

“Dua korban masyarakat dan satu korban adalah Wakil Bupati Solok Selatan. Ketiga kendaraan tersebut di bawa kabur pelaku ketika jemaah sedang sholat subuh, mereka beraksi di tiga rumah ibadah itu sekitar pukul 05.30 wib pagi,” kata Kapolsek Sungai Pagu Iptu Azwar Zamzami, Jumat (29/3/2024) saat ditemui di rumah dinasnya.

Berdasarkan laporan polisi yang masuk, aksi pelaku di Masjid Nurul Ikhlas pada Kamis 28 Maret 2024, pelaku membawa kabur kendaraan bermotor jenis Honda beat BA 3070 YA pemilik Betti Mulyani istri dari Wakil Bupati Solsel, yang melaporkan ke Polsek Sungai Pagu Romel Hendrik 45 tahun.

Baca Juga : Ketua LKAAM, Sepuluh Perkara Pidana di Solsel Diselesaikan Secara Adat

Pelaku diduga menggunakan kunci T saat beraksi, terlihat di CCTV masjid. Saat itu kendaraan di parkir oleh Wabup Solsel di lokasi sepeda motor jemaah lainnya.

“Pelaku membawa kabur mana kendaraan yang mudah mereka buka dengan kunci T, ternyata yang hilang itu milik Pak Wabup Solsel,” ujarnya.

Di waktu yang bersamaan, kasus Curanmor juga terjadi di Masjid Nurul Hikmah Bariang Rao-Rao, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu. Sepeda motor milik Muliana BA 3923 YA juga berhasil dibawa kabur pelaku pada 28 Maret 2024 tersebut, hingga anaknya Satria Muda 21 tahun melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Pagu.

Kemudian di Masjid Raya Pasar Muara Labuh, satu unit sepeda motor juga di bawa kabur pelaku curanmor pada Selasa 26 Maret 2024, BA 4346 ON milik Arlen Cahyadi Putra yang melapor Syaiful 63 tahun.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan, namun ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi. Mudahan saja dalam waktu dekat kita bisa menangkap pelakunya,” jelas Kapolsek itu.

Dilihat di CCTV masjid, pelaku pakai masker dan penutup wajah. Datang dua orang di masjid, satu melakukan upaya pencurian dan satu lagi memantau kondisi sekitar kendaraan yang di parkir oleh jemaah masjid.

Antisipasi meletakan kendaraan baik mau sholat atau ke pasar. Di parkir di tempat yang aman. Mudah di pantauan dan jangkau mata.

“Yang jelas pemilik kendaraan harus selalu waspada disetiap memarkir kendaraan dan jangan lupa mengunci stank kendaraan. Hidupkan alarm kalau kendaraan ada remote, harus di fungsikan dan tetap kunci stang. Log kunci di pastikan tertutup,” pesannya.

Dia menyebut, pelaku curanmor lainnya termasuk spesialis pencuri gas dari rumah ke rumah dan dari warung ke warung sudah di tangkap. Jumlahnya empat orang.

“Sebelumnya 4 pelaku pencurian sepeda motor dan tabung gas sudah kita tangkap pada Februari 2024 lalu,” jelasnya.

Baca Juga : Pasca Pemilu Diduga Oknum Anggota DPRD Solsel Ditangkap Polisi di Kota Padang

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi membenarkan kalau sepeda motornya di curi disaat sedang melaksanakan sholat subuh di Masjid.

Dia menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Sebab akhir-akhir ini ibadah masyarakat di masjid agak terganggu karena banyak terjadi kehilangan sepeda motor terutama ketika subuh, termasuk saya juga salah satu korbannya. Maka kita perlu waspada dan hati-hati memarkir kendaraan,” terang Wabup.

Mari aktifkan kembali Siskamling dan menjaga situasi Kamtibmas dilingkungan masing-masing. Karena situasi Curanmor jelang Idul Fitri 1445 hijriyah ini sudah mulai meresahkan dan perlu untuk di antisipasi bersama-sama.

“Jangan sampai ibadah kita terganggu atau tidak pergi ke masjid gara-gara kendaraan sudah tidak nyaman lagi di parkir,” tuturnya. (adi)