Delegasi Uni Emirat Arab Tinjau Kondisi Pengungsi dan Serahkan Bantuan 20 Ton Beras Untuk Korban Bencana di Tanah Datar

Delegasi Uni Emirat Arab serahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Tanah Datar (29/5)
Delegasi Uni Emirat Arab serahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Tanah Datar (29/5)

 

 

Kopasnews.com – Delegasi Uni Emirat Arab (UEA) menyerahkan bantuan 20 ton beras bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Gedung Indojolito Batusangkar, Rabu (29/5/2024).

Bupati Eka Putra menjelaskan dampak parah bencana tersebut, 32 orang meninggal dunia dan 10 lainnya masih belum ditemukan. Rumah yang hanyut mencapai 43 unit, sementara yang rusak berat, sedang, dan ringan masing-masing 47 unit, 26 unit, dan 80 unit. Selain itu, infrastruktur seperti jembatan, persawahan, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan juga rusak parah.

“Upaya pemulihan pasca-bencana, termasuk relokasi warga dari zona merah, normalisasi sungai, dan usulan pembangunan Sabo Dam kepada pemerintah pusat,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi UEA, yang dipimpin oleh Direktur Emirates Red Crescent Indonesia, Hasjum Juma Aljasmi, menyampaikan bantuan yang disalurkan, termasuk 20 ton beras, 750 dus sarden, 750 dus minyak goreng, 4 ton gula, dan 750 paket family kit, serta perlengkapan shalat dan seragam sekolah.

Baca Juga : 73 Saksi Diperiksa, Kejari Solsel Tunggu Hasil Resmi Kerugian Negara dari Auditor Kejati Sumbar

Baca Juga : Bupati Resmikan Rumah Gadang Suku Malayu Koto Kaciak Usai Direnovasi

Aljasmi menyatakan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana, setelah berkoordinasi dengan Presiden RI dan pejabat tinggi lainnya. Mereka juga berharap agar Tanah Datar segera pulih dari bencana yang melanda.

Selama kunjungan mereka, delegasi UEA melihat langsung kondisi pengungsi di kantor Wali Nagari Rambatan dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada mereka.

Bantuan yang diberikan oleh UEA diharapkan dapat memberikan bantuan signifikan bagi masyarakat Tanah Datar yang terdampak bencana, dan diapresiasi secara luas oleh pemerintah dan masyarakat setempat. (akm)