Tugas PPK Berat, Pilkada Solsel Diprediksi Berpotensi Rawan Konflik

Ketua KPU Solok Selatan Ade Kurnia Zelly melantik 35 orang Panitia Pemungutan Kecamatan (PKK) yang akan bertugas mensukseskan Pilkada 2024, Kamis (16/5) di Aula Sarantau Sasurambi
Ketua KPU Solok Selatan Ade Kurnia Zelly melantik 35 orang Panitia Pemungutan Kecamatan (PKK) yang akan bertugas mensukseskan Pilkada 2024, Kamis (16/5) di Aula Sarantau Sasurambi

 

Kopasnews.com – Tugas berat akan dipikul oleh 35 orang Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) setelah dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solok Selatan Ade Kurnia Zelly, Kamis (16/5/2024) di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solsel.

PPK sendiri akan bekerja lebih kurang 8 bulan, kalau pada Pileg 2024 lalu masa kerja PPK 1,5 tahun. Pada Pileg potensi konflik kurang, kondisi ini akan jauh berbeda dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Sebab itu, Ketua KPU Solok Selatan Ade Kurnia Zelly mengingatkan kepada PPK, yang paling utama itu perlu dipertahankan menjaga dan bentuk soliditas di wilayah kecamatan masing-masing. Kesampingkan egosektoral, atau cadiak surang. Namun dimintanya PPL harus bekerja kolektif kolegial, saling melengkapi dalam bertugas dilapangan.

Kalau ada masalah intern dan masalah dengan partai politik, tim sukses atau simpatisan pasangan calon kepala daerah harus diselesaikan dengan duduk bersama di intern, tidak menuangkan di media sosial. Bagaimana PPK mampu mengelola dengan baik tugas di wilayah masing-masing, disana ada Nagari, ada Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Kalau ada masalah di wilayah masing-masing harus diselesaikan, baik teknis pekerjaan, masalah administrasi keuangan dan lainnya. Sebab tugas PPK berat di Pilkada, jangan samakan dengan Pileg,” pesan Ketua KPU Solsel itu.

Baca Juga : Satnarkoba Polres Solsel Amankan Puluhan Gram Sabu dan Ratusan Ganja Dari Tangan 16 Tersangka

“PPK untuk bekerja sesuai peraturan perundang-undangan. Akan bermuara pada kesuksesan Pilkada berjalan dengan aman, dan kondusif. Syaratnya pahami aturan, loyalitas, komunikatif, dan solid,” jelasnya.

Loyalitas PPK kepada KPU Pusat dan Kabupaten disamping memahami kenapa Undang-undang ini lahir, per KPU lahir. Wajib dipahami dengan utuh dan jangan sampai ada bertabrakan ketika pelaksanaan tugas di lapangan.

Komunikatif eksternal dengan stakeholder, seperti Camat dan jajaran, Kapolsek dengan jajaran dan dengan masyarakat juga diharapkan. Bangun komunikasi yang baik dan produktif dalam bekerja.

“Komunikasi yang bagus dan produktif salah satu memperlancar tugas dilapangan. Jangan sampai terjadi miskomunikasi karena bisa memicu masalah pada Pilkada,” tegasnya.

Pada puncak pemilu 27 November 2024, potensi kerusuhan, masalah, keamanan pasti akan terjadi. Disana letak kerja PPK dilapangan, bangun komunikasi dengan baik, perdalam ilmu terkait kepemiluan seperti undang-undang, perKPU dan lain wajib lebih di pahami secara mendalam. Karena itu pegangan dalam melaksanakan tugas.

“Soliditas, loyal, komunikatif akan dapat memperlancar seluruh kerja PPK dilapangan. Kita tidak mendengar PPK itu dinilai negatif oleh masyarakat di lapangan. Kalau dipercaya, jaga amanah itu dengan baik dalam masa kerja 8 bulan dari hari ini dilantik sebagai PPK hingga Pilkada selesai,” tuturnya.

Baca Juga : KPU Pastikan Tidak Ada Pasangan Calon Perseorangan Maju di Pilkada Solsel 2024

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Syamsurizaldi menyampaikan permohonan maaf Bupati dan Wabup tidak bisa hadir pada pelantikan, karena ada tugas yang tidak luar daerah.

Dia menutur selamat menjalankan tugas dan penuh tanggungjawab. Dalam bekerja untuk negara semangat, soliditas, loyalitas, komunikatif. Jangan sampai kerja merusak diri dan mencelakakan diri dengan tugas yang di emban.

Rekan jejak integritas PPK yang akan menjadi penentu jalur karir yang selama ini berkiprah sebagai petugas KPU.

“Hajat besar harus kita laksanakan dan sukseskan secara bersama-sama. Membantu secara penuh tugas kepemiluan sebagai lembaga independen dan teknik dalam kepemiluan itu,”

Saya pikir tidak terlalu berat, sebab wajah lama masih ada di dalam tubuh PPK itu sendiri yang dilantik hari ini. Jalankan tugas dengan baik dan benar.

Potensi konflik lebih besar pada Pilkada dibandingkan Pileg. Meski surat suara sedikit, tapi potensi konflik banyak dan bisa terjadi pada pemilihan nantinya.

“Sepanjang berkomunikasi dengan baik. Kalau tidak tau, jangan malu bertanya. Perbanyak diskusi dan memahami kondisi Pilkada di wilayah masing-masing. Tidak ada kaca yang pecah dan tidak ada yang ribut-ribut,” tutupnya. (adi)