Pencarian Korban Tertimbun Longsor Terkendala Hujan Deras

Kondisi tebing di pinggir rumah warga di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, KPGD Solok Selatan mengalami terban ke samping rumah warga. Ist
Kondisi tebing di pinggir rumah warga di Nagari Pakan Ranbaa Tengah, KPGD Solok Selatan mengalami terban ke samping rumah warga. Ist

 

Solsel, kopasnews.com- Dampak hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur Kabupaten Solok Selatan, menyebabkan Tim SAR sulit menjangkau lokasi melakukan pencarian Amri, 56 tahun korban tertimbun longsor di Jorong Kandang Baniah, Nagari Pakan Ranbaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Sumatera Barat.

“Tanah longsor atau terban tersebut dengan ketinggian mencapai 100 meter. Nah, kondisi hingga sore Selasa (2/1) ini hujan lebat tak kunjung berhenti, ini jadi penyebab utama pencarian korban di hentikan. Besok Rabu kita lanjutkan lagi,” kata Tim Unit Siaga SAR Solok Selatan, Tri Desyu Herman, Selasa (2/1/2024).

Dia menyebut Amri tertimbun karena sedang bekerja, tiba-tiba Bukit Sungai Rasak Kandang Baniah di seberang Sungai Batang Suliti longsor. Longsornya tanah bukit tersebut karena tidak kuat menahan debit air hujan yang terus menerus menggempur Solsel sejak malam pergantian tahun baru yang pada akhirnya memakan korban.

“Hujan tak kunjung berhenti. Sungai Batang Suliti juga terus meluap hingga 15 meter, dan korban tertimbun diperkirakan sedalam 100 meter. Ini penyebab gagalnya kita tim gabungan melakukan pencarian korban. Dampak hujan ini potensi longsor tambahan bisa saja terjadi,” ujarnya.

Menuju lokasi kejadian butuh waktu 3,5 jam perjalanan dengan cara berjalan kaki. Karena tidak bisa di jangkau oleh kendaraan.

Baca Juga : Satu Dari Dua Remaja Korban Tenggelam Berhasil Ditemukan

Namun upaya pencarian cukup berisiko terhadap tim dengan curah hujan yang turun sangat tinggi.

“Jadi, hari pertama upaya kita melakukan pencarian Gagal. Akses kelokasi sulit, air sungai Batang Suliti pun pasang naik. Penyebab tim belum bisa masuk ke lokasi,” terangnya.

Tim Gabungan yang sudah berangkat sebanyak 30 orang yakni personel dari Basarnas, TNI-Polri, Camat KPGD, Wali Nagari Kandang Baniah, dan masyarakat sekitar.

Besok Rabu katanya upaya menjangkau lokasi akan terus di upayakan, dan semoga saja cuaca bersahabat sehingga dapat dilakukan pencarian korban atas nama Amri tersebut.

Dia menceritakan detik-detik longsornya terjadi di Sungai Rasak Kandang Baniah, sebenarnya korban Amri berdua dengan temannya bernama Ade. Namun Ade selamat karena cepat berlari disaat melihat bukit sudah bergerak.

“Ade selamat dengan kondisi luka-lukan di terjang material longsor. Pasca kejadian, ia berupaya memberitahukan peristiwa kejadian bencana longsor tersebut dan melaporkan ke warga bahwa korban bernama Amri tertimbun saat longsor berlangsung,” bebernya. (adi)