Kontraktor Diwarning di Tiga Lokasi Pembangunan Proyek Fisik

Kontraktor Diwarning di Tiga Lokasi Pembangunan Proyek Fisik

IMG 20220914 WA00201663143906382
Kontraktor dituntut percepatan pembangunan proyek fisik Poliklinik RSUD Solok Selatan

 

Solsel, kopasnews.com – Para kontraktor warning agar melakukan percepatan pembangunan fisik dilapangan dan jangan sampai dengan sengaja melalai-lalaikannya mengingat waktu pelaksanaan proyek yang cukup pendek.

Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, monitoring ini dilakukannya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guna optimalisasi pelaksanaan berbagai proyek pembangunan daerah.

Seperti pembangunan Jembatan Sungai Pangkua, ruas jalan tembus Pasar Baru Muara Labuh, Poliklinik RSUD Solok Selatan, serta dua lokasi program koorporasi sapi.

“Pelaksana proyek pembangunan kita ingatkan agar melaksanakan pekerjaan dangan sebaik-baiknya, dan melakukan percepatan-percepatan. Mengingat waktu pelaksanaan yang pendek,” terang Khairunas, Rabu (14/9/2022).

Disetiap kegiatan proyek dia menekankan laksanakanlah pekerjaan sesegera mungkin, dan jangan pernah menunda-nunda penyelesaiannya.

Apalagi faktor cuaca yang tidak menentu yang nantinya akan bisa menghambat pekerjaan. Maka disiplin kerja para kontraktor sangat diharapkannya dapag terealisasi dengan baik.

“Setiap rupiah anggaran yang digunakan, tentu akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Termasuk pertanggungjawaban di hari akhirat kelak,” tegasnya mewanti-wanti para kontraktor dan OPD terkait.

Dalam monitoringnya ke RSUD Solok Selatan, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat setempat, terkait dengan dukungan pengembangan RSUD dalam beberapa waktu kedepan.

Pemkab Solok Selatan sebutnya, secara totalitas akan melakukan upaya-upaya dalam pengembangan RSUD Solok Selatan guna peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk saat ini sedang dikerjakan pembangunan Poliklinik senilai Rp8,7 miliar.

“Jadi, kita bersama harus mendukung pembangunan poliklinik RSUD Solsel ini yang memakan anggaran senilai Rp8,7 miliar,” terangnya. (adi)