Kepala UPTW SBH Ditipu Jutaan Rupiah, Pelaku Ngaku Kadis Pendidikan, dan Wabup Yulian Efi

20220708 2352261657299168286
Ilustrasi penipuan. Net

Padang Aro, kopasnews.com – Kepala UPTW (Unsur Pelaksana Teknis Wilayah) Pendidikan Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan kena tipu jutaan rupiah.

Awalnya mendapatkan pesan singkat dari nomor handphone 081237355376, mengaku Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Solol Selatan Syamsuria.

Kemudian juga dapat pesan dari nomor handphone 082288712284, mengaku Mulyadi Bagian Pendidikan Dasar (Dikdas).

Kedua nomor tersebut akhirnya menghubungi Kepala UPTD Pendidikan Sangir Batang Hari, Suhardi,S.Pd. Mereka membuka percakapan berbahasa Minang.

“Pak Korwil sudah lama di SBH, akan dimutasi malam ini walaupun Surat Keputusan (SK) baru sebagai UPTW baru ditetapkan Bupati Solsel Khairunas. Saya Syamsuria Kadis Pendidikan, nomor lama saya sudah disadap. Hapus saja pak,” begitu pengakuan pelaku penipuan saat menghubungi Suhardi dan komunikasi terputus.

Tim Gabungan Temukan Puluhan Hektar Hutan Digunduli Oknum di Solsel

“Saya lihat ada profil poto pak Syuria, karena ia menyebut handhponenya disadap. Saya langsung percaya, sebab mutasi memang sering terjadi,” kata Suhardi bercerita, Jumat (8/7/2022) siang.

Penipu kepada Kepala UPTW Pendidikan Sangir Batang Hari itu, meminta bantu dikirimkan nomor handphone pak Feriandi, yakni Plt.Kepala SMPN 18 Solok Selatan yang beralokasi di Nagari Lubuk Ulang Aling.

Kemudian giliran penipu mengaku Mulyadi Bagian Dikdas Dinas Pendidikan yang menghubungi Suhardi, Kamis (7/7/2022) malam sekira pukul 22.00 wib.

“Kini ambo basamo Tim, akan melakukan mutasi pejabat di Solsel. Bantu kirim foto KTP, Kartu Keluarga,
Pangkat, golongan dan nama lengkap pak Suhardi. Kama katuju pak pindah,” ujar penipu dan semua percakapan pelaku penipuan dengan UPTW ini berbahasa Minang.

“Bapak harus pindah ke tempat lain dan boleh bapak memilih selain Dinas Pendidikan,” ucap pelaku.

“Saya minta di Kantor Camat Sangir Batang Hari saja pak, eselon IIIa di kantot camat. Tapi saat ini Sekretaris Camat sudah ada, gimana ?,” tanya Suhardi ke penipu.

Dijawabnya, Itu soal gampang pak Suhardi. Urusan kami dan mutasi akan dilakukan malam ini juga,” sahut penipu berkedok mamfaatkan isu mutasi pejabat di Solok Selatan.

 

“Saya yakin yang menghubungi pihak Dinas Pendidikan, sebab kenal dengan Plt Kepala SMPN 18 Solsel dan lainnya. Makanya saya percaya dan diyakinkan pelaku,” terang Suhardi.

Mutasi malam ini dalam keadaan rahasia bapak, mohon dikirim uang Rp2 juta. Sebab kami butuh malam ini dan bersama tim untuk menyusun agenda mutasi dan rotasi jabatan di Solsel.

“Pokoknya bapak kirim malam ini juga ke Rekening BRI atas nama Rajo Syahputra. Tanpa ragu, saya langsung transfer Rp2 juta dari Bank Nagari ke BRI,” lanjut Suhardi menceritakan.

Penipu yang mengaku Mulyadi itu, kembali menghubunginya bahwa tim minta dikirim uang Rp 2 juta lagi. Lalu Suhardi mengambil handphone anaknya, lalu mengirim Rp1 juta sesama rekening BRI dan berhasil terkirim.

Kenapa Suhardi percaya? Karena permintaan kedua awalnya Rp2 juta. Lalu penipu mengatakan, satu juta sajalah pak Zuhardi. Semua percakapan dengan bahasa Minang.

“Saat anak saya bangun, dan melihat transfer atas nama Rekening Raja Syaputra. Anak saya langsung mengatakan, ini penipuan, Pa ?. Dan sudah banyak orang yang ditipunya. Saya lalu termenung dan galau karena uang sudah terkirim Rp3 juta rupiah,” sebut Kepala UPTW tersebut.

Pagi Jumat (8/7/2022) ada nomor 081275578175 yang menghubunginya, kali ini mengatas namakan bahwa ia merupakan Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi. Di foto profil whatshappnya memang foto Wabup Solsel.

“Sukses bapak Suhardi di tempat yang baru, mohon bantu kirim Rp5 juta lagi.Saya hanya membiarkan saja pesan wahtshapp itu,” terang Suhardi karena ini penipu ketiga yang akan mempretellinya.

“Saya sempat dihububungi oleh penipu yang mengaku Wabup Solsel, lalu saya bilang bahwa kamu penipu dan semalam kamu berhasil menipu saya. Pintar bapak ya, pintar menipu saya ? Tak lama kemudian nomornya langsung gak aktif lagi,” papar Suhardi.

Terkait kasus penipuan yang sudah dialaminya itu, Kepala UPTW Pendidikan Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan yang menaungi pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP telah memberitahukan hal itu kepada seluruh kepala sekolah.

“Kita sudah informasi ke Kepala PAUD, TK, SD, dan SMP di SBH, agar jangan melayani nomor tidak jelas untuk menghindari kasus penipuan,” jelasnya.

“Plt.Kepala SMPN 18 Solsel, Periandi mengaku pelaku minta data, kemudian dia minta dana Rp3 juta. Tapi tidak dilayaninya dan saya langsung minta maaf karena telah memberikan nomor handphonenya,” titurnya.

Kapolsek Sangir Batang Hari, Iptu Dedi Syahputra melalui Babin Khamtibmas Brigadir Hendrix, korban yang merupakan Kepala UPTW Pendidikan itu langsung konsultasi ke Polsek untuk pelacakan keberadaan pelaku penipuan dengan memamfaatkan momen mutasi jabatan di Pemkab Solok Selatan.

“Kita sudah melacaknya, pelaky penipuan dari Dumai, Provinsi Riau berdasarkan hasil pelacakan kami terhadap nomor pelaku,” terangnya. (adi)