Lockdown Ternak Tidak Maksimal, 190 Daerah Terpapar PMK

20220621 2147111655822850951
Presiden Jokowi Dodo memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait kasus PMK di tanah air. Istimewa.

Jakarta, kopasnews.com – Lokdown ternak di sejumlah daerah di Indonesia dianggap mampu mengatasi kasus Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) pada ternak, malah upaya ini dianggap kurang maksimal. 

“Pemerintah Pusat telah mendatangkan 800 ribu vaksin untuk segera disuntikkan kepada hewan ternak di seluruh Indonesia,” kata Presiden RI, Jokowi Dodo, kepada wartawan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jumat, (17/6/2022).

Puluhan Toke Ternak Disiapkan Sambut Idul Adha

Tindakan dan gerak cepat ini yang akan dilakukan pemerintah sebutnya,  untuk mengatasi masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sejumlah hewan ternak di Tanah Air.

“Suntikkan cepat-cepat, cepat, sehingga bisa melindungi sapi-sapi yang lain dari kasus PMK. Ternak harus cepat kita lindungi dari virus,” tegas Presiden.

Dia menegaskan, penyakit mulut dan kuku ini dikonfirmasi dengan mudah dapat menyebar dengan cepat ke ternak lain, makanya perlu disediakan vaksinasi untuk pencegahan dan penyembuhan kasus ternak ini.

Sebab Pemerintah telah mengupayakan lockdown ternak di sejumlah daerah di Tanah Air, namun Pemerintah mengganggap belum memberikan hasil yang maksimal.

Ini Dampak Besar Kasus PMK Jelang Hari Raya Idul Adha Menurut Dinas Pertanian dan Peternakan

“Padahal sudah diblok oleh Kementerian Pertanian dan Kepolisian, tapi nyatanya bergerak cepat dan sekarang sudah 18 Provinsi, 190 Kabupaten dan Kota di Indonesia alami kasus PMK ini,” tuturnya. (*/dila)