Warga Miskin Terus Bertambah Hasil Validadi DTKS

Validasi data DTKS terus dilakukan untuk memastikan warga yang kurang mampu mendapatkan bantuan pemerintah yang tepat sasaran di Solsel. Terlihat Bupati dan Wabup Solsel salurkan bantuan pangan kepada warga miskin minggu lalu.
Validasi data DTKS terus dilakukan untuk memastikan warga yang kurang mampu mendapatkan bantuan pemerintah yang tepat sasaran di Solsel. Terlihat Bupati dan Wabup Solsel salurkan bantuan pangan kepada warga miskin minggu lalu.
Validasi data DTKS terus dilakukan untuk memastikan warga yang kurang mampu mendapatkan bantuan pemerintah yang tepat sasaran di Solsel. Terlihat Bupati dan Wabup Solsel salurkan bantuan pangan kepada warga miskin minggu lalu.
Validasi data DTKS terus dilakukan untuk memastikan warga yang kurang mampu mendapatkan bantuan pemerintah yang tepat sasaran di Solsel. Terlihat Bupati dan Wabup Solsel salurkan bantuan pangan kepada warga miskin minggu lalu.

 

Solsel, kopasnews.com – Dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat jumlah masyarakat miskin di Solok Selatan mencapai 76.100 jiwa terdiri dari 26.680 Kepala Keluarga (KK).

Data tersebut di validadi sejak Januari hingga Mei 2023, juga dilakukan pendampingan oleh Dinas Sosial PMD Solok Selatan kepada operator Sikh-NG dimasing-masing nagari dalam penginputan data.

“Terhitung dari data per 17 April 2023, tercatat ada penambahan data TKS sebanyak 1.075 jiwa di tujuh Kecamatan di Solok Selatan,” ujar Bupati Solok Selatan Khairunas, Rabu (24/5/2023) di Padang Aro.

Dia menyebutkan lagi pada Mei 2023 ini juga akan diajukan pengusulan sebanyak 1.535 jiwa masyarakat untuk mendapatkan persetujuan atau validasi dari Kementerian Sosial RI.

Baca Juga : Dua Program Ini Akan Dialirkan Pemprov ke Kecamatan Ini di Pasbar

Baca Juga : Bukan Jam Gadang Inilah Keistimewaan Bukittinggi Bagi Wisatawan

Pemkab terus upayakan penyajian data yang valid dan terbaru atas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pemerintah Kabupaten Solok Selatan adakan koordinasi dan konsolidasi dengan stakeholder terkait.

“Jadi, kita harus menyajikan data terbaru dan valid diajukan oleh masing-masing jorong ke operator yang ada disetiap nagari,” jelasnya.

Pemkab sebutnya akan terus memastikan agar masyarakatnya yang sesuai kriteria agar masuk dan terdata dalam data TKS.

“Pemerintahan nagari dan kecamatan mempunyai andil besar dalam mendata masyarakat tersebut. Karena saat ini banyak masyarakat yang layak membutuhkan /mendapatkan bantuan tetapi belum terdaftar dalam DTKS,” ujarnya.

Bupati menginstruksikan agar pihak yang terlibat, yaitu jajaran nagari dan operator nagari untuk bisa memperbaharui data dan menyajikan data akurat.

Baca Juga : Ini Jadwal Ustadz Abdul Somad Tablik Akbar di Solok Selatan, Berikut Lokasinya ?

Baca Juga : Wawako Padang Dilantik Hasil Voting DPRD

Karena menurut Bupati Khairunas, masyarakatnya yang masuk dalam DTKS akan berkesempatan mendapatkan banyak program bantuan, dari pemerintah pusat, kabupaten, kecamatan dan lainnya.

Dalam proses pengusulan DTKS ke Kementrian Sosial, data yang dihimpun oleh nagari akan dilakukan penginputan oleh operator Sikh-NG.

“Kita minta Camat untuk proaktif mengawasi hal tersebut, jangan diam aja di kantor,” tegasnya.

(adi)