KAN Sungai Kunyit Punya Keistimewaan Dari KAN Lainnya

KAN Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo Solok Selatan di nilai Tim Penilai KAN Terbaik Provinsi Sumatera Barat. Foto kopasnews.com
KAN Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo Solok Selatan di nilai Tim Penilai KAN Terbaik Provinsi Sumatera Barat. Foto kopasnews.com

Solsel, kopasnews.com – Camat Sangir Balai Janggo Muslim mengatakan, keistimewaan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai kunyit dari KAN daerah lainnya karena keberhasilannya dalam membangun 12 unit rumah gadang, Masjid, Kantor KAN dan satu unit rumah raja yakni Istano Balai Janggo.

Pembangunan dilakukan secara swadaya niniak mamak setempat tanpa harus memungut biaya dari anak keponakan, atau kepihak manapun.

“Kalau kita lihat di Sumbar, hanya KAN Sungai Kunyit satu-satunya yang berhasil membangun rumah gadang tanpa memungut biaya kepada pihak manapun dan ini sudah dilakukannya sejak tahun 2012 lalu,” kata Camat Sangir Balai Janggo Muslim, Selasa (5/9/2023) saat penilaian KAN Terbaik tingkat Provinsi Sumbar di Sungai Sungkai.

Baca Juga : PTPN VI Bantu Anggaran Pembangunan Istano Balai Janggo

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda
KAN lembaga tertinggi adat yang berfungsi dalam mengayomi adat dan anak keponakan. Urus nilai adat dan keagamaan. Kondisi di Solsel KAN Sungai Kunyit selalu menyesuaikan diri terkait perkembangan zaman.

“Kita berdoa dan berharap KAN Sungai Kunyit juara I nantinya di tingkat Sumbar,” tuturnya

KAN Sungai Kunyit diketahui bahwa
Memanfaatkan tanah Ulayat bekerjasama perusahaan, bisa di manfaatkan untuk membangun dan mengayomi anak keponakannya.

“KAN Sungai Kunyit punya nilai tambah karena melestarikan rumah adat sebagai budaya kita di Minang,” harapnya.

Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan, KAN wadah perkumpulan niniak mamak dalam pelestarian adat. Peran niniak mamak diharapkan semakin kuat dalam penyelesaian perselisihan adat.

KAN Sungai Kunyit memiliki tradisi Barajo-Rajo Sungai Kunyit, Tantua Rajo Sailan Mardion selalu menyatukan perusahaan dan karyawan dijadikan bagian dari keluarga besar masyarakat adat setempat.

Dua hal menonjol KAN Sungai Kunyit yakni dalam membangun kerjasama kemitraan yang harmonis dengan perusahaan dengan memanfaatkan kerjasama perkebunan melalui koperasi untuk kesejahteraan masyarakat nagari. Serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), membangun rumah gadang, membangun Istano kerajaan, dan masjid.

Baca Juga : Camat SBJ Motor Penggerak Tercepat Program Tahfidz di Solsel

“Bahkan warga transmigrasi diterima sebagai anak keponakan di KAN Sungai Kunyit, dengan kekuatan adat Inggok basicangkang Tabang basitumpu. Sebagai bentuk penyatuan masyarakat pendatang,” tuturnya.

Keberhasilan KAN membangun rumah adat ini sebagai vitamin dan semangat untuk berbuat lebih baik melalui inovasi KAN di masa akan datang. Apalagi tentang keberadaan anak nagari, melalui modernisasi masuk namun tidak mempengaruhi generasi muda di daerah ini. Seperti narkoba, sek bebas dan pengaruh lainnya.

“Teruslah pertahankan nilai adat dan budaya di daerah ini. Kepada Tim Penilai bagi kami inilah yang terbaik, kami terus mendukung sebagai pemerintah. Mungkin di Sumbar di sinilah KAN yang mandiri. KAN Sungai Kunyit tidak pernah ajukan proposal untuk kegiatan dan pembangunan rumah adat, dan kegiatan lainnya,” terangnya.

Makan Bajamba usai penilaian KAN Sungai Kunyit oleh Tim Penilai KAN Terbaik Tingkat Provinsi Sumbar. Foto kopasnews.com

Bupati menyebut Tantua Rajo Sailan akan menjadi contoh bagi generasi di Sumatera Barat dan simbol bagi daerah sebagai anak muda yang dari SMP sudah diangkat menjadi raja.

Ketua Tim Penilai KAN Terbaik se- Solok Selatan Quartita Evari Handiana menyebut, pembinaan KAN sesuai kaidah dan peraturan adat. Aspek-aspek penilaian dalam Lomba KAN Terbaik ini adalah aspek kelembagaan, aspek penyelenggaraan dan pelestarian adat, aspek kompetensi dan hubungan kerjasama lembaga KAN dengan lembaga lainnya

“Mulai struktur kelembagaan kantor
manajemen suku, berapa peraturan KAN yang di buat, apa saja peraturan lain yang mendukung, penyelenggaraan adat, kaum, suku dan ADRT KAN,” paparnya.

Selain itu, bentuk kerjasama antar lembaga
produk kerjasamanya, inovasinya dan penyelenggaraannya. Termasuk aspek Sako dan Pusako.

Baca Juga : Operasi Zebra Singgalang 2023 di Mulai Hari Ini, Ini Pesan Kapolres Solsel

“Apakah sudah ada SK Gubernur untuk konsekuensi adat, bukan mengintervensi adat salingka nagari. Tapi mediasi serta mengembalikan fungsi KAN itu masing-masing. Sejauh mana hubungan baik KAN itu sendiri di intern dan dalam mengayomi masyarakat, sehingga kurangnya pengaduan ke Gubernur,” ucapnya.

Terpisah, Ketua KAN Sungai Kunyit Mardionto Tantua Rajo Sailan mengatakan penilaian KAN yang ia pimpin oleh Tim Penilai Provinsi Sumatera Barat menjadi motivasi baginya bersama para niniak mamak di Sungai Kunyit.

“Mana yang kurang akan terus dibenahi dan kesiapan KAN dalam penilaiaan ini apa-apa yang di pahami terkait fungsi dan kelembagaan,” pungkasnya. (Adi)