Selama 18 Tahun Solsel Belum Sekalipun Mengemas Predikat KLA

compressed 1647472998849 1

Sekdakab Solsel Syamsurizaldi menandatangani komitmen program KLA didampingi plt Kepala DP2KB.PP&PA Solsel Sony Andesta

Solok Selatan, Kopasnews.com — Sudah 18 tahun usia Kabupaten Solok Selatan, namun belum pernah satu kalipun mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sebab itu program KLA harus terencana dengan baik, menyeluruh, dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang nyata.

“Kan sangat kita sayangkan, satu kalipun belum pernah kita raih. Kedepan kita harus mampu masuk daftar peraih KLA itu,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, Rabu (16/3/2022) saat membuka sosialisasi KLA di Aula Sarantau Sasurambi.

Dia menyinggung, penilaian Standar Kopetensi Pegawai (SKP) saat ini tidak lagi berlaku cara lama, tapi seperapa jauh pegawai tersebut mampu melaksakan program unggulan (progul) kepala daerah dengan baik dan teliti.

Juga akan ada evaluasinya target utama setiap program di Rencana Startegis (renstra) dan di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Jadi, nasib pejabat bukan lagi diukur pada loyalitas, dan kedekatan. Tapi pada pencapaian program yang tengah diamanahkan oleh Bupati dan Wabup Solsel,” tuturnya.

Khusus program KLA pemenuhan hak anak dan layak anak ini kedepan harus melibatkan 4 pilar dan 24 indikator didalamnya.

Empat pilar pembangunan itu yakni dunia usaha, lembaga masyarakat, media serta forum anak dalam mengembangkan KLA.

“Karena KLA menjadi tanggung jawab multi stake holder dalam mendorong capaian sasarannya. Maka perlu siapkan data dan dokumen pendukung termasuk 4 pilar dan 24 indikator didalamnya,” terangnya.

 

Diperjelasnya lagi, kontribusi stakholder seperti dunia usaha, perguruan tinggi, sosieti seperti LSM aktivis yang peduli layak anak dan media sebagai corong sosialisasi dan informasi harus jadi garda terdepan dan dilibatkan.

KLA pada misi pertama kepala daerah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai progul penyetaraan jender, termasuk layak anak dan hak anak.

 

“Kekerja sama dan bersinergi dalam melaksanakan program strategis ini, guna mencapai kualitas hidup perempuan dan kualitas hidup anak yang menjadi lebih baik dan komprehensif di Solsel,” ucapnya

Sementara, Plt.Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB.PP&PA) Solok Selatan, Sony Andesta mengatakan, siap menjalankan intruksi kepala daerah.

Dia mengaku akan mensukseskan program penyetaraan gender dan komitmen untuk mencapai target Kabupaten layak anak.

“Kita komitmen untuk bisa meraih predikat Kabupaten Layak Anak seperti diharapkan kepala daerah,” tuturnya. (Adi)

compressed 1647472999014

Ketua PWI Solsel Hendrivon saat menandatangani komitmen bersama wujudkan program KLA di Solsel