Warga Sungai Manau Solsel Tinggalkan Tenda Pengungsian Pemerintah Ingatkan

Pengungsi di Sungai Manau, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Solok Selatan saat berada di ditendang pengungsian beberapa hari lalu
Pengungsi di Sungai Manau, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Solok Selatan saat berada di ditendang pengungsian beberapa hari lalu

 

Pengungsi di Sungai Manau, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Solok Selatan saat berada di ditendang pengungsian beberapa hari lalu
Pengungsi di Sungai Manau, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Solok Selatan saat berada di ditendang pengungsian beberapa hari lalu

Kopasnews.com –  Korban banjir bandang yang berada di tenda pengungsian di Sungai Manau di Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, kini seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.

“Informasi dari camat, sejak Minggu 19/5/2024) warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing sejak Minggu. Jumlah pengungsi itu sebanyak 70 KK,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Novi Hendrix, Senin (21/5/2024).

Novi menjelaskan bahwa hasil pemetaan yang dilakukan bersama pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menunjukkan masih adanya potensi longsor yang mengancam pemukiman warga. “Meski sudah kembali ke rumah, masyarakat harus ekstra waspada kali ini,” tegasnya.

Baca Juga : Presiden dan Ibu Iriana Tinjau Area Terdampak Longsor dan Banjir Bandang di Agam

Pada Sabtu (18/5/2024), BPBD bersama TNKS telah melakukan pemetaan risiko bencana untuk mengidentifikasi kantong longsoran. Dari hasil pemetaan tersebut, terungkap bahwa ada beberapa potensi longsor, namun hanya satu yang berpotensi mengarah ke pemukiman.

“Ada beberapa potensi di situ, tapi yang berpotensi cuma satu ke pemukiman sesuai ilmu kebencanaan,” jelas Novi.

Jika longsor tersebut terjadi, diperkirakan akan berdampak pada 13 rumah warga. Untuk meminimalisir risiko ini, BPBD bersama pemerintah nagari dan warga setempat berencana mengadakan gotong royong membersihkan lokasi longsor.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga telah mengerahkan alat berat untuk membantu proses pembersihan lokasi longsor tersebut, guna memastikan keselamatan dan keamanan warga setempat. (adi)