266 Pejabat Yang Dilantik Terpaksa Dibatalkan Pemkab Pesisir Selatan

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan keterangan pers terkait pembatalan pelantikan 266 Pejabat daerah Rabu (27/3). Dok kominfo
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan keterangan pers terkait pembatalan pelantikan 266 Pejabat daerah Rabu (27/3). Dok kominfo

Kopasnews.com – Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar terpaksa harus membatalkan pelantikan 266 pejabat administrator, pengawas dan pejabat fungsional yang dilantiknya pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu.

Pembatalan tersebut didasari terganjal Undang -Undang Pilkada No.10 Tahun 2016 Pasal 71 ayat 2. Baik Bupati defenitif atau Penjabat Bupati (Pj) dilarang melakukan mutasi pejabat daerah enam bulan sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau enem bulan sesudah Pilkada.

Hal ini diungkapkan Bupati Pesisir Selatan melalui Sekretaris Daerah Mawardi Roska dalam jumpa pers dengan awak media, Rabu (27/3/2024).

Mempedomani aturan itu, Pemkab setempat memutuskan dan membatalkan Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor:800.1.3.3/14/MP-BKPSDM/2024 tanggal 21 Maret 2024 tentang Mutasi Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Kepala UPT Puskesmas, Kepala UPT Sekolah dan Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca Juga : Bupati Pesisir Selatan Lantik 267 Pejabat Eselon

Pembatalan ini adalah kesalahan dalam memahami jadwal penetapan pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada 2024, dimana sesuai jadwal bahwa penetapan calon kepala daerah Pilkada itu tanggal 22 September 2024.

Sementara itu pelantikan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Kepala UPT Puskesmas, Kepala UPT Sekolah dan Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dilakukan tanggal 22 Maret 2024.

“Berarti pelantikan ini masuk dalam masa enam bulan, dimana sesuai Undang-Undang Pilkada dinyatakan bahwa kepala daerah baik incumbent maupun tidak incumbent dilarang melakukan mutasi enam bulan sebelum Pilkada dan enam bulan setelah Pilkada,” jelasnya didampingi Kepala BKPSDM, Yoski Wandri, Kepala Dinas Kominfo, Wendi, dan Kabid IKP, Wildan.

Selanjutnya, pembatalan tersebut juga sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Wali kota Tahun 2024.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, untuk dapat menyampaikan kepada ASN yang terdampak pada pelantikan tanggal 22 Maret 2024 di lingkungan kerjanya, agar tetap melaksanakan tugas pada jabatan semula sebelum pelantikan,” pesan Sekdakab itu.

Baca Juga : Akses Jalan Solok Padang Panjang Sudah Bisa Dilalui Dengan Sistem Buka Tutup

Dikatakan lebih lanjut, mengingat ini adalah sebuah kesalahan, maka perlu diperbaiki dan menjadi pelajaran ke depan. Permasalahan ini juga menjadi evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ya, mengingat ini adalah sebuah kesalahan, maka perlu diperbaiki dan menjadi pelajaran ke depan. Permasalahan ini juga menjadi evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Hal serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten di Sumatera Barat,” sebutnya.

Sementara itu Kepala BKPSDM Pesisir Selatan, Yoski Wandri mengatakan, Mutasi Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Kepala UPT Puskesmas, Kepala UPT Sekolah dan Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tersebut sebelumnya telah dilakukan diskusi dan kajian secara mendalam.

Bahkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak -pihak terkait, sehingga lahirlah SK Bupati Pesisir Selatan Nomor:800.1.3.3/14/MP-BKPSDM/2024 tanggal 21 Maret 2024 tentang Mutasi Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Kepala UPT Puskesmas, Kepala UPT Sekolah dan Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tersebut.

Namun kemudian SK itu ternyata terganjal Undang-undang Pilkada, sehingga dibatalkan.

“Masalah ini menjadi sebuah pelajaran dan bahan evaluasi kita. Mudah-mudahan masalah ini tidak terjadi lagi ke depan. Atas nama pemerintah daerah kami mohon maaf atas kekhilafan ini,” tuturnya. (*)