Banyak Korban Jiwa Ditemukan Dampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan

IMG 20240309 WA0081

Kopasnews.com – Sebanyak 10 orang warga ditemukan telah meninggal dunia akibat dampak banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Ke 10 korban banjir dan longsor tersebut ditemukan di tiga titik, dan dampak bencana alam tersebut Kabupaten Pesisir Selatan kini kondisinya terisolasi. Sebab sejumlah ruas jalan tertimbun material longsor, termasuk kendaraan bermotor dan kendaraan roda empat. Badan jalan terban, amblas, dan putus.

“Pagi ini sudah ada 10 orang korban banjir dan longsor di Pessel ditemukan dan dalam keadaan meninggal dunia. Dua korban di temukan Nagari Langgai, Kecamatan Sutera, 7 korban berhasil ditemukan dan teridentifikasi di Kecamatan Koto XI Tarusan, dan 1 korban lainnya ditemukan di Kecamatan Lengayang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Doni Yusrizal melalui via handphone, Sabtu (9/3/2024) pagi.

Dia menyebut masyarakat yang masih dinyatakan hilang hingga pagi ini juga mengalami penambahan, dari informasi setidaknya 8 orang warga dinyatakan hilang di Kecamatan Koto XI Tarusan, dan 2 lainnya berada di Kecamatan Sutera dan Kecamatan Lengayang.

Dia menyampaikan hingga hari ini tim gabungan masih melakukan proses pencarian dan evakuasi korban. Namun, cuaca yang masih turun hujan menjadi salah satu kendala dari tim gabungan.

“Ada sekitar 8 orang warga dinyatakan hilang dampak bencana alam di Pesisir Selatan,” jelasnya.

Baca Juga : Ribuan Warga Kota Padang Terendam Banjir

Doni mengungkapkan dampak bencana banjir dan longsor ini sebanyak 46.000 jiwa warga mengungsi. Pos pengungsian tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Pemenuhan logistik bagi warga terdampak dan mengungsi juga dilakukan BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat.

“Cuaca hingga pagi ini masih hujan, kemudian masih ada beberapa akses yang memang terputus sehingga sulit untuk dilewati. Namun kita terus berusaha membuka akses untuk warga yang masih terisolir dengan menggunakan perahu,” jelas Doni.

Kendala lainnya, air bersih masih sulit untuk diakses hingga saat ini. Listrik terputus dan internet juga masih terkendala.

 

Sementara itu, untuk kerugian materil tercatat 14 rumah di Kecamatan Koto XI Terusan tertimbun longsor, 20.004 rumah terendam banjir, and 8 unit jembatan terputus.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan sementara telah mendirikan posko penanganan yang saat ini terpusat di Kantor BPBD Kabupaten Pesisir Selatan. Seluruh bantuan logistik baik permakanan maupun kebutuhan lainnya akan disalurkan melalui posko tersebut.

Hingga pagi ini, banjir masih menggenangi hampir di seluruh kecamatan, meskipun ketinggian air tercatat relatif sudah mulai menurun.

Adapun wilayah terdampak berada di Kecamatan XI Koto Terusan, Kecamatan IV Jurai, Kecamatan Batang Kapas, Kecamatan Bayang, Kecamatan Sutera, Kecamatan Lengayang, Kecamatan Ranah Pesisir, dan Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Baca Juga :Jaga Keselamatan ! Jalan Viral Solsel Tembus Dharmasraya Masih Putus

Kemudian Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kecamatan Lunang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Air Pura, Kecamatan Silaut. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Koto XI Tarusan. (*)