Ini Penyebab 8 Nyawa Melayang di Solok Selatan

20220713 0907401657678075725
Ilustrasi kecelakaan. Net

Padang Aro, kopasnews.com – Kasus kecelakaan Lalulintas (Laka Lantas) yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, umumnya disebabkan karena pengendara tidak mampu mengatur kecepatan kendaraan saat melaju ditikungan jalan.

“Jalan sempit, kecepatan kendaraan tinggi. Sehingga kasus kecelakaan tidak bisa dihindari saat melintasi tikungan. Sampai Juli 2022 ini, sudah 8 nyawa melayang akibat trabrakan sepeda motor dengan mobil,” kata Kasat Lantas Polres Solok Selatan, AKP Sugeng Riadi melalui Kanit Laka Bripka Joni Ikhwan, Selasa (12/7/2022) di Golden Arm.

Mobil Dinas Pendidikan Solsel Terjun Ke Jurang, Ini Penyebabnya Kata Polisi

Dia menjelaskan, pada semester II Juli 2022, kecelakaan kembali terjadi dan dialami oleh calon pengantin baru, pada Minggu (10/7) sekitar pukul 14.30 wib di Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo.

Dua orang meninggal dunia usai sepeda motor jenis honda beat BA 3328 QR tabrakan dengan mobil dinas (mobnas) Dinas Perhubungan Solok Selatan jenis Pickup Mitsubishi L300 BA 8038 Y yang dikemudi Pandi,27 tahun.

Koban saat tabrakan, sempat dilarikan ke rumah sakit oleh pihak sopir. Namun nyawanya tidak tertolong, keduanya meninggal dunia yaknu Yandri Anto, 29 tahun dan Nurlaina 59 tahun.

“Korban diduga terbentur ke dinding pick up L300 sebelum terbentur ke aspal, sehingga nyawa ibu dan anak itu tidak bisa tertolong,” ujarnya.

Polisi kesulitan mencari saksi-saksi usai kejadian kecelakaan, sebab lokasinya ditempat yang sepi dan ditikungan di Ampalu.

Jadi orang pertama melihat kejadian yakni pesepeda motor yang melintas dan langsung memberi tahu Babin Khamtibmas di Muara Labuh. Bahwa telah terjadi kecelakaan sepeda motor dengan L300 plat merah.

“Saksi yang menghububgi Babin Khamtibmas segera memberikan keterangan,” paparnya.

Pelaku Jambret Penyebab Tewasnya Seorang Pelajar Berhasil Diamankan Polisi

Kanit Laka Lantas Bripka Joni Ikhwan menambahkan, Sopir L300 tersebut saat ini masih ditahan di Mako Polres usai menewaskan ibu dan anak.

Dari keterangan pihak keluarga, korban dan ibunya berniat ke Muara Labuh dan ke Titian Pajang, Kabupaten Solok menemui keluarganya. Akan memberitahu dia akan menikah dalam waktu dekat ini.

Namun di Ampalu dengan kondisi jalan memiliki tikungan, korban yang melaju dari arah Padang Aro bertabrakan mobil Pickup milik Pemkab Solok Selatan seusai mengantarkan daging kurban dan hendak menuju Padang Aro pusat Kabupaten Solok Selatan.

“Catatan kasus laka semester II ini, tepatnya 10 Juli 2022, dua korban meninggal dunia. Sementara sopir mengalami luka ringan saat membanting stir ke tebing,” jelasnya.

Joni mengatakan, pada semester I dari Januari hingga Juni 2022 kasus Laka lantas di Kabupaten Solok Selatan ada 11 kasus, 6 orang diantaranya meninggal dunia, luka berat nihil dan luka ringan 19 orang. Kerugian materil mencapai Rp21.600.000

“Pemicu utama dengan kondisi jalan sempit, pengendara melaju dengan kecepatan tinggi dan kecelakaan tidak bisa dihindari saat kendaraan sama-sama melintasi tikungan jalan,” terangnya.

Umumnya kecelakaan terjadi di Solsel ditikungan jalan, pihak Lantas Polres Solok Selatan mengimbau agar pengendara roda dua dan roda empat perlu mengurangi kecepatan kendaraan, terutama di tempat rawan laka atau di jalan yang memiliki tikungan.

“Pengendara meski mampu membaca situasi jalan, kurangi kecepatan untuk menghindari resiko kecelakaan di jalan sempit yang memiliki tikungan,” harapnya. (adi)