15 Titik Di 6 Kecamatan Ini Belum Disentuh Jaringan Internet

IMG 20220510 WA00471652264184383

PADANG ARO, kopasnews.com – Masih ada sebanyak 15 titik daerah belum tersentuh sinyal jaringan seluler di enam Kecamatan di Kabupaten Solok Selatan

Dampaknya bukan saja memutus komunikasi masyarakat antar jorong, antar Nagari, antar Kecamatan dan antar Kabupaten saja. Tapi administrasi penduduk saat ini sudah secara online, termasuk tugas pelajar dan mahasiswa yang harus diselesaikan di rumah.

“Kantor Wali Nagari, sekolah-sekolah dan Puskesmas harus menjadi prioritas jaringan internet. Sebab hampir seluruh administrasi kita kelola secara online dan ini kebutuhan masyarakat,” ungkap Bupati Solok Selatan, Khairunas, Rabu (11/5/2022) di Padang Aro.

Dia menjelaskan, inventarisir permasalahan terkait daerah blankspot atau tidak memiliki jaringan sinyal seluler menjadi skala prioritas dan harus dituntaskan.

Sebab dari 7 Kecamatan yang ada di Solsel, 15 titik di 6 kecamatan masih dirundung permasalahan jaringan seluler.

“Titik blankspot tersebut benar-benar tidak memperoleh sinyal sama sekali, kita Pemkab harus carikan jalan keluarnya,” paparnya.

Dia mengatakan, selain mengharapkan rogram Bhakti penyediaan jaringan telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi (Kominfo) RI, mala perlu juga perencanaan lain seperti penyediaan tower mandiri oleh Pemkab Solok Selatan atau memperbanyak desa mandiri internet seperti pada Nagari Talunan Maju dan Pintu Kayu Nagari Pakan Rabaa Timur.

“Camat dan Wali Nagari kita minta menyediakan lahan seluas 10×10 meter dalam bentuk hibah tanah pembangunan tower. Karena ini syarat mendapatkan program Bhakti Kominfo,” jelasnya.

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mendorong serta mendukung pengentasan daerah blankspot di Solok Selatan.

Dengan terbebasnya daerah dari blankspot, maka segala peluang akan lebih mudah diperoleh masyarakat.

“Peluang kerja dan peluang bisnis akan mudah didapatkan masyarakat, ketika daerah mereka sudah dijangkau internet,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Solok Selatan, Firdasu Firman, menjelaskan terkait kondisi sekarang lebih mudah menghadirkan jaringan internet dari pada jaringan telepon seluler pada daerah-daerah blankspot.

Masalah tersebut tidak hanya terjadi di Solok Selatan, melainkan sebagian besar daerah di Indonesia.

“Perbedaan harga bandwicth di daerah pulau Jawa berbeda dengan daerah lainnya, dengan harga murah maka infrastruktur dapat digratiskan pembangunannya,” ucapnya.

Sementara di Solok Selatan, pihak provider akan mengkaji terkait pembangunan tower pada daerah blankspot, karena terkait dengan profit oriented perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.

Untuk itu, dari 2 role model internet desa mandiri di Nagari Talunan Maju dan Pintu Kayu, pembangunan tower mandiri serta proposal bantuan program bhakti Ke Kominfo sangat dibutuhkan keseriusan dan dukungan semua pihak.

“Tahun ini terdapat 15 titik blank spot di 6 Kecamatan di Solsel, sedangkan di tahun lalu sebanyak 85 titik blank spot. Jadi, sudah banyak berkurang jumlah daerah di tahun ini yang tidak mendapatkan sentuhan jaringan internet,” paparnya. (adi)