Musrembang SJJ Ajukan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Foto bersama usai pembukaan Musrembang di Kecamatan Sangir Jujuan
Foto bersama usai pembukaan Musrembang di Kecamatan Sangir Jujuan

 

Kopasnews.com – Kecamatan Sangir Jujuan telah menyiapkan sejumlah rencana pembangunan daerahnya untuk 2025 mendatang. Rencana pembangunan ini dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pembahasan ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat jorong dan nagari. Ketika sampai di tingkat kecamatan, nantinya akan dipilih program mana yang akan diajukan oleh pemerintah daerah.

Beberapa rencana yang disampaikan mencakup pembangunan infrastruktur, seperti peningkatan jalan dan pelebaran jembatan, juga terdapat pengajuan pembangunan jembatan. Tak kalah penting adalah pembangunan drainase, bendungan, dan irigasi untuk mendukung pertanian masyarakat. Kecamatan ini juga mengajukan rencana normalisasi sungai di daerahnya.

Selain itu juga diajukan pengadaan alsintan, bibit tanaman, dan sapi untuk masyarakat. Juga peningkatan sarana dan prasarana destinasi wisata di Bidar Alam.

Sejumlah sekolah juga dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah di tahun depan.

Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan bahwa Sangir Jujuan harus mempersiapkan diri untuk menjadi sumber pertumbuhan baru di Solok Selatan. Hal ini sejalan dengan dibangunnya ruas Sungai Sungkai-Log Batu Sandi-Sungai Rumbai Dharmasraya.

“Dengan pembangunan ruas jalan ini Kecamatan Sangir Jujuan diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Solok Selatan,” kata Khairunas pada pembukaan Musrenbang Kecamatan Sangir Jujuan di Kantor Camat Sangir Jujuan, Rabu (31/1/2024).

Tahun ini pun pemerintah telah menganggarkan dan peningkatan  pembangunan infrastruktur dasar pendidikan dan kesehatan di Sangir Jujuan sebesar Rp 9,9 miliar.

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda menyebutkan bersama dengan pemerintah, DPRD akan berupaya untuk mencarikan alternatif pembiayaan lainnya untuk Solok Selatan. Lantaran diakuinya bahwa APBD sendiri tidak akan mampu mendukung banyaknya pembangunan yang diharapkan.

“Dari seluruh program yang diajukan pada Musrenbang akan dipilih mana-mana saja yang menjadi prioritas. Kita juga berupaya untuk mencarikan alternatif pembiayaan lainnya, baik itu sumber pendanaan lain maupun sumber pendapatan tambahan,” ungkapnya. (adi)