Wakil Rakyat Turun, Pembayaran Sewa Meja Memberatkan Pedagang

20220720 1016301658336771687
Anggota DPRD Solsel David Taster minta penjelasan Kadis Perindagkop dan Pengelola Pasar di Kantor UPTD Pasar Padang Aro

Padang Aro, kopasnews.com – Anggota DPRD Solok Selatan turun ke pasar Padang Aro untuk menyerap aspirasi para pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di lapak-lapak.

Sebagian pedagang mengadu ke Wakil Rakyat terkait keberatan pembayaran sewa lapak-lapak.

Dengan situasi masih pemulihan ekonomi, tentu banyak pedagang yang belum mampu menyanggupinya, apalagi belum untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Banyak pedagang yang keberatan dengan sewa lapak-lapak itu, walaupun pembayarannya dicicil. Walau sudah ada kesepakatan atau tidak. Ini hasil tinjauan kita saat turun langsung ke pasar dan menanyakan ke sejumlah pedagang, serta klarifikasi ke Dinas dan pengelola ini harus dihentikan,” ujar Anggota DPRD Solok Selatan David Taster, Rabu (20/7/2022) kepada pengelola Pasar dan Dinas terkait di Kantor UPTD Pasar Padang Aro.

Dia menutur, ada yang menangis dengan situasi jual beli belum normal. Apalagi mereka hanya berjualan sayuran, mereka menyebut cukup berat. Banyak yang keberatan dengan sistem lapak-lapak seperti itu.

David Taster mengatakan, kalau pembayaran sewa lapak tersebut masuk pada pendapatan daerah, dia mengaku menyetujuinya. Sesuai harapan Bupati dan Wabup Solsel dalam menggenjot PAD daerah melalui Pasar.

“Kalau hanya menguntungkan pribadi atau kelompok, kita keberatan dan harus dihentikan,” tegas pria yang akrab disapa Ites itu.

Jadi hari ini sudah ditindak lanjutinya keluhan pedagang dan meminta Wakil Rakyat untuk turun melihat situasi dsn kondisi dilapangan. Termasuk klarifikasi ke pengelola dan Dinas terkait.

“Kita tidak ingin sampai terulang lagi. Kasihan para pedagang,” beber politisi Gerindra itu.

Koperasi Pegawai Solsel Statusnya Sudah Mati Suri

“Apa yang kita lakukan hari ini, dalam rangka mendukung program peningkatan PAD yang diharapkan Bupati Khairunas dan Wabup Yulian Efi. Kita selaku anggota Dewan meski harus menjalankan fungsi pengawasan dilapangan, sehingga program Pemerintah daerah berjalan dengan baik tanpa permasalahan,” tuturnya.

 

20220720 1009011658340176818
Wakil Rakyat minta penjelasan informasi sebenarnya kepada pengelola

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Perindagkop) Solok Selatan, Akmal Hamdi mengklarifikasi, Dinas Koperindagkop tidak pernah intruksikan sewa meja atau tempat berjualan di Pasar. Kecuali kios, los, dan pelataran.

Terkait lapak atau meja pesanan pedagang ke pengelola diluar urusan Dinas. Diperjelasnya, pedagang sayur biasanya dikiri kanan jalan kemudian direlokasi ke tempat yang baru, ini demi kerapian pasar Padang Aro sesuai diharapkan Bupati dan Wabup Solsel.

“Dari klarifikasi kita ke Pengelola dan ke pedagang, memang ada memesan meja berdagang ke pengelola dengan harga disepakati dengan pedagang. Dan tidak semuanya. Meja dagangan dibayar dengan sistem cicilan dari pedagang ke pengelola berupa uang jasa dan bahan kayu. Saya pun sudah turun menanyakan langsung ke pedagang, memang ada yang komplen,” terangnya.

Memang ada yang setuju dan komplen dengan pemesanan meja lapak-lapak, ada beberapa pedagang menyampaikan sepertinya ada keharusan pemesanan dari informasi yang dia dengar langsung.

“Saya turun ke pasar 6 Juli 2022 lalu, satu persatu pedagang saya tanya keluhan mereka. Lalu, saya menegaskan meyetop pembuatan jasa meja atau tempat berjualan,” paparnya.

Sebab sebagian lapak pedagang masih ada yang layak untuk dipergunakan. Memutuskan penghentian pemesanan meja dari pedagang kepengelola pasar.

“Silahkan pakai meja sendiri dan perbaiki sendiri sesuai ukuran tempat yang sudah di lot sebelumnya. Tidak ada lagi pesanan meja atau tempat jualan apapun, saya sudah menegaskan menghentikannya,” sebutnya.

“Hari ini anggota DPRD Solsel David Taster turun kelapangan, dan memintai keterangan ke kami terkait dana pesanan meja dan jasa bahan kayu Rp400 ribu itu,” paparnya. (adi)

error: Content is protected !!