Sawit Anjlok Lagi di Solok Selatan, Ini Reaksi Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia

20220104 1313081650897138904

Harga Sawit di Solok Selatan semakin anjlok

Solok Selatan, kopasnews.com – Dengan terusnya merosot harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, membuat nasib para petani sawit daerah setempat semakin terjepit.

Harga TBS sebelumnya masih diangka Rp1.500an perkiligram, sekarang informasi dari para petani sawit TBS semakin anjlok. Harganya bahkan dibawah Rp1.000 perkilogram.

“Dengan kondisi harga sawit yang semakin terpuruk, sehingga membuat para petani sawit di Solok selatan dilanda kecemasan,” kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Solok Selatan, Emi Susnawati, Kamis (23/6/2022).

Emi Susnawati Terpilih Jadi Ketua APKASINDO, Siap Perjuangkan Hak Petani Sawit Daerah

Dia menyebut, penyebab utama sawit anjlok berdasarkan keterangan eksportir kepada Apkasindo, kendala pertama akibat penyetopan ekspor CPO sejak tanggal 22 April lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Atas kondisi itu, negara impotir membuka kontrak pembelian ke negara lain seperti Malaysia dan negara pengasil CPO lainnya,

Sehingga begitu larangan ekspor kembali dicabut Senin 23 Mei 2022 lalu, negara importir harus memenuhi kontrak dulu dengan negara penghasil CPO lain yang dikontrak beberapa bulan lalu itu.

“Ini penyebab utama TBS sawit terus anjlok, kini dikabarkan dibawah Rp1.000 keluhan para petani ke kami Apkasindo,” jelas Emi.

Emi menyebut, foktor lainnya penyebab harga TBS merosot. Kondisi dengan penuhnya beberapa tangki timbun di 4 PKS yg ada di Solok Selatan, sehingga tidak ada tempat untuk stok lagi di PKS.

“Kita akan menelusurinya kembali, bagaimana sawit petani kembali mendapatkan harga yang normal,” terangnya.

Dia berharap, dalam hal ini negara harus hadir untuk menyelamatkan nasib petani sawit Indonesia, karena kalau harga seperti ini dikuawatirkan petani sawit tidak mampu lagi merawat kebun dan memenuhi kebutuhan hidupnya dan meyekolahkan anak anak.

Imbas ini pasti akan dialami para petani, jika pemerintah pusat lambat dalam mengambil langkah dan kebijakan untuk kensejahterakan rakyatnya.

“Dampak sawit anjlok, pendidikan, kesehatan masyarakat pasti akan berimbas. Sebab biaya pendidikan itu mahal, sehingga perlu ada kebijakan pusat dalam menyelamatkan regenerasi dari putus sekolah atau putus kuliah,” terang Emi.

Ini Alasan Pemerintah Putuskan Buka Kembali Ekspor Minyak Goreng

Ketua Asosiasi Petani sawit itu meminta pemerintah, mulai dari dari Gubernur, Menteri Pertanian dan Presiden Joko Widodo agar tegas dalam hal ini.

Dia menegaskan, tolong rakyat yang sedang mengalami krisis harga yang nantinya bisa krisis ekonomi, sebab Indonesia yang notabene mendominasi kelapa sawit.

“Yang kami minta hanya soal harga berpedoman pada Permentan nomor 01 tahun 2018 dan ketetapan harga tim penetap Provinsi,” pungkasnya.

Emi menjelaskan lagi, Ketua Apkasindo Pusat saat ini sedang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan asosiasi pelaku usaha sawit, baik di sektor hulu maupun hilir termasuk Bulog, RNI dan BUMN lainnya.

Hal ini untuk secara maksimal melaksanakan arahan dari Presiden RI, agar stabilnya harga TBS sesuai dengan harga yang ditetapkan di masyarakat.

“Dengan kondisi harga terkini, ekonomi rakyat akan kian terjepit. Sebab selama pandemi, hingga pencabutan eksportir CPO sawit oleh pemerintah pusat. Membuat harga TBS makin hancur, pemerintah harus segera mengambil langkah yang tepat untuk rakyatnya,” ulasnya.

Permasalahan Invetasi Perkebunan Kelapa Sawit di Solsel

Lebih linglung lagi sebutnya para petani yang sebelumnya bergantung ekonominya ke komuditi karet, dengan kondisi harga karet jatuh.

Membuat banyak para petani beralih ke kelapa sawit, kelapa sawit pun jatuh harga. Kini dua kali penderitaan yang dialami para petani sawit di Solsel.

“Dulu petani karet beralih ke sawit untuk merubah sisi ekonominya ke arah lebih baik. Sekarang menjerit karena kondisi harga sawit yang semakin hancur. Jadi, pemerintah meski cepat ambil langkah-lamgkah konkrit,” tegasnya. (adi)

 

error: Content is protected !!