Emi Susnawati Terpilih Jadi Ketua APKASINDO, Siap Perjuangkan Hak Petani Sawit Daerah

20220613 1359001655128410656
Emi Susnawati Ketua APKASINDO Solsel terpilih memberikan arahan disampingi Mardion Tantua Rajo Sailan yang mewakili DPW APKASINDO Provinsi Sumatera Barat

Solok Selatan, kopasnews.com – Emi Susnawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Solok Selatan periode 2022-2027 melalui Musyawarah Daerah (Musda), Senin (13/6/2022) di Kantor KUD Bima II Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Ketua terpilih Emi Susnawati, menyebut, siap menjalankan amanah untuk memperjuangkan hak para petani kelapa sawit daerah. Sebab selama ini harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit selalu ditekan sesuai kehendak pengusaha, termasuk pihak perusahaan.

Pasar Asia dan Eropa Langganan Utama Rendang dan Bumbu Uni Lili Solok Selatan

Seperti saat ini harga TBS petani dibeli pengusaha sawit hanya Rp1.400 perkilogram, sementara harga TBS paling rendah di KUD Bima II Sungai Kunyit Rp2.183 perkilo yakni usia sawit 3 tahunan. Maksimal harga TBS saat ini Rp2.912 perkilogram yaitu usia sawit 10-20 tahun.

“Dengan situasi harga yang tidak stabil, pengusaha pun menekan harga. Perusahaan kelapa sawit di Solok Selatan menetapkan harga TBS hanya sepihak saja, khusus petani yang tergabung dalam koperasi yang bermitra dengan perusahaan itu,” jelas Ketua APKASINDO Solok Selatan terpilih, Emi Susnawati di Kantor KUD Bima II.

Pabrik Pengolahan Sawit PT KSI Over Kapasitas, Banyak Buah Lokal Yang Masuk Ditolak

Dia menjelaskan, tugas ini cukup berat. Namun berjanji tidak akan menyia-nyiakan amanah yang diberikan, serta siap menjalankan tanggungjawab sesuai tugas dan fungsi yang embannya.

Dia berharap seluruh pengurus dan para petani sawit di Solok Selatan bersama membangun Apkasindo dan membesarkannya demi membantu permasalahan petani kelapa sawit di daerah.

“APKASINDO hadir untuk membantu peningkatkan kualitas usaha petani kelapa sawit, serta mendorong sistem agribisnis, dan¬†mewujudkan hak petani 20 persen dari total luas lahan plasma yang diserahkan perusahaan,” terangnya.

Termasuk memberikan perlindungan hukum kepada petani sawit di wilayah Solok Selatan

“Setelah kepengurusan organisasi APKASINDO terbentuk, dan dilantik. Baru kita menyusun program kerja kedepan, kita komitmen berjuang untuk petani. Ini janji kami,” tegasnya.

Belasan Miliar Anggaran Fisik Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya Ditender

Ketuk20220613 1429471655128410422Ketua APKASINDO Solsel terpilih foto bersama dengan peserta Musda di Kantor KUD Bima II Sungai Kunyit

Pengurus DPW APKASINDO Provinsi Sumatera Barat diwakili Plt.Ketua Apkasindo Solok Selatan Mardion Tantua Rajo Sailan mengatakan, Musda ini semula direncanakan pada tahun 2020 lalu, tertunda karena wabah pandemi Covid-19 melanda daerah.

“Alhamdulillah, Ketua APKASINDO pertama telah terpilih siang ini. Pelaksanaan Musda berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Mudahan saja Emi Susnawati lebih amanah dalam memperjuangkan hak petani kelapa sawit di Solsel, terutama soal harga. Karena masalah petani sawit saat ini berkaitan tata niaga Tandan Buah Segar (TBS).

“Kami harapkan Ketua terpilih dapat memperkuat harga TBS di tingkat petani dan membantu petani kecil yang terzalimi,” bebernya.

Sebab pengusaha kelapa sawit selama ini sebutnya, lebih memonopoli semua lini dan ini tugas pengurus organisasi profesi petani kelapa sawit di Solok Selatan.

Pemprov Sumbar Bakal Bangun SMK Peternakan di Solsel

Dengan harapan DPW, Pengurus APKASINDO harus membumi dan jadi andalan petani sawit di daerah ini, serta tidak mudah dipengaruhi oleh orang yang ingin menjatuhkan dan memecahbelah petani sawit.

“Kalau APKASINDO dan petani bersatu, maka kesejahteraan menjadi milik petani. Seminggu kedepan diharapkan pengurus sudah lengkap dan di akhir bulan hendaknya sudah bisa dilantik pengurus APKASINDO Solsel,” pinta Mardion. (adi)

error: Content is protected !!