Targetkan 95 Persen, Pemkab Sediakan 2.500 Kuota Tambahan BPJS Kes

IMG 20220530 WA00401653917782997

Sekretaris Daerah Pemkab Solsel Syamsurizaldi saat memberikan penjelasan soal BPJS Kes

Padang Aro, kopasnews.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengkonfirmasi, sudah 87,5 persen penduduk daerah setempat telah mendapatkan program Badan Penyelenggara Jaminan Soisal (BPJS) Kesehatan.

“Untuk capaian target 95 persen di tahun 2022, Pemkab sediakan 2.500 kuota BPJS Kesehatan untuk masyarakat di tujuh Kecamatan di Solsel,” ujar Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi, Senin (30/5/2022) di Padang Aro.

Pemkab sendiri sebutnya, telah berusaha meningkatkan Universal Health Coverage (UHC) atas tanggungan BPJS Solok Selatan tersebut, yang mana dari target 95 persen penduduk akan mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dan telah terealisasi 87,5 persen.

Saat ini sedang dalam pendataan ditingkat Jorong, Wali Nagari dan Kecamatan. Jadi, sebutnya datanya haru dilakukan validasi dan verifikasi oleh Organidasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebelum penerbitan kartu BPJS oleh instasi terkait.

“Data ril akan menentukan penerbitan kepesertaan BPJS tanggungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia menegaskan, khusus masyarakat yang tergolong ekonomi mampu, akan didorong untuk kepesertaan mandiri.

Kemudian masyarakat yang bekerja pada suatu entitas, maka entitas wajib menanggung kepesertaan BPJS terhadap pekerjanya, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Kita Pemkab akan menanggung ekonomi menengah kebawah, yang ekomomi mampu kita dorong kepesertaan BPJS Mandiri,” terang Mantan Dosen Fisip Unand itu.

Syamsurizaldi juga meminta peran dan kontribusi dari Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) untuk membantu peningkatan total tangggungan BPJS kesehatan ini, melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solok, Asfurina memaparkan, dari data yang ada serta masukan dari Pemkab, pihaknya akan mempercepat capaian universal di Kabupaten Solok Selatan.

Dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota Forum dan Instansi terkait dalam pelaksanaan program JKN-KI.

Meliputi penyampaian saran dan gagasan, pemecahan masalah serta perumusan rencana kerjasama yang strategis.

“BPJS Kesehatan juga sudah melakukan beberapa program kepada masyarakat salah satunya dengan program Sehari Lebih Dekat Dengan Masyarakat (SIKAT),” terangnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan, sosialisasi di edukasi bagi masyarakat mengenalkan program-program BPJS erta menerima konsultasi atau tanya jawab soal jaminan sosial.

“Program SIKAT ini untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya. (adi)

error: Content is protected !!