411 Seragam Gratis Paling Terakhir Diserahkan Pemkab Solsel

compressed 1643374834886

Bupati Solsel Khairunas dan Wabup Yulian Efi serahkan seragam gratis

Solok Selatan, Kopasnews.com — SDN 03 Sungai Takuak, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, merupakan sekolah terakhir penerima bantuan program seragam sekolah gratis dari Pemkab Solok Salatan.

Ada sebanyak 411 orang murid kelas I SD dan SMPN 28 Solsel yang belum mendapatkan seragam sekolah gartis tersebut, sedangkan disekolah lainnya di Solsel seluruhnya sudah disalurkan.

“SDN 03 Sungai Takuak dan SMPN 28 ini, sekolah yang belum menerima program seragam gratis yang sudah kami canangkan anggarannya di tahun 2021,” kata Bupati Solok Selatan, Khairunas, Rabu (26/1/2022) saat menyerahkannya secara simbolis ke siswa.

Bupati didampingi Wabup Yulian Efi mengatakan, jumlah penerima bantuan seragam gratis tahun 2021 sebanyak 4.679 siswa dengan total anggaran dari APBD Solok Selatan sebesar Rp1,1 miliar.

Penyaluran khusus untuk siswa kelas I SD dan kelas I SMP se Solok Selatan, hal itu sebagai bentuk dukungan Pemkab terhadap dunia pendidikan di daerah.

“Nah, di tahun ajaran 2022 nanti kita juga sudah alokasikan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk 11 ribu siswa SD, SMP, SMA sederajat, termasuk sekolah Madrasyah,” papar Bupati.

Jumlah 11 ribu orang tersebut sedang dalam kajian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel, agar anggaran lebih cepat terealisasi dan terperinci anggaran untuk pembelian seragam sekolah tersebut.

Yaitu untuk seragam merah putih dan pramuka, masing-masing siswa akan mendapatkan dua stel.

“Bagi yang belum diserahkan sekolah, untuk segera direalisasikan kepada anak didik di sekolah. Itu hak masyarakat,” bebernya.

Disamping program seragam gratis, Pemkab juga tengah mempersiapkan Kepala Sekolah dan guru penggerak di Solsel.

Penegasan kepala dinas pendidikan dipersiapkan bagaimana Solsel mendapatkan kuota yang lebih banyak dan saat ini baru sebanyak 14 sekolah yang lolos sebagai penggerak.

“100 kepala sekolah yang mendaftar, baru 14 kepsek SD, TK dan SMA yang lulus sekolah penggerak,” jelas Bupati

Dia memaparkan, seluruh tingkatan sekolah harus mampu berdaya saing. Maka tanpa ada evaluasi tentu tidak akan membaik.

Justru itu harus dipersiapkan kualitas pendidikan yang baik melalui persiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) kedepan dapat mengelola Sumber Daya Alam (SDA) daerah.

“SDA akan berkurang dan tidak bisa dimeneg dengan baik jika tidak dilakukan dengan SDM yang matang,” terangnya.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi menambahkan, Bupati dan Wabup telah mempersiapkan program, Dinas terkait dan sekolahlah yang mengaplikasikan dengan baik.

Dalam membenahi pendidikan terarah, Pemkab mendukung dunia pendidikan daerah yang berkompeten.

“Generasi penerus harus disiapkan lebih dini, sebab mereka cikal bakal melanjutkan tongkat estafet pemerintahan nantinya,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Solok Selatan, Syamsuria menjelaskan, bahwa program sekolah gratis ini untuk membantu beban masyarakat untuk kelansungan pendidikan di Solsel.

“Jadi ada 411 siswa yang belum terima seragam gratis dan hari ini telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati, Wabup, Kapolres dan Dinas Pendidikan,” paparnya. (Adi)

 

error: Content is protected !!