SMAN 11 Solsel Sering Diganggu Babi dan Ternak Warga Ini Penyebabnya

compressed 1642685614349

Wakil Kesiswaan SMAN 11 Solsel Ari Yolanda 

Dengan kondisi SMAN 11 Solok Selatan belum seluruhnya memiliki pagar sekolah, sehingga rasa aman dan nyaman masih belum dirasakan sepenuhnya oleh siswa dan guru.

“Sekolah kami butuh pagar, agar babi hutan tidak lagi masuk ke perkarangan sekolah seperti saat kami membersihkan perkakarangan sekolah beberapa hari lalu,” ungkap Wakil Kesiswaan SMAN 11 Solok Selatan, Ari Yolanda, Kamis (20/1/2022)

Dia menjelaskan dengan sering keluar masuk binatang hutan jeni babi tersebut, sehingga rasa keamanan dan kenyamanan belum dimiliki siswa dan guru di sekolahnya yang terletak di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.

Pihaknya mengkawatirkan bisa membahayakan anak didik dan guru. Apalagi disaat jam istirahat di sekolah bila binatang masuk ke perkarangan sekolah. Juga bisa rusak taman dan bunga sekolah.

“Ada sekitar 300 meter lagi yang membutuhkan anggaran dari Pemprov Sumatera Barat melalui Dinas Pendidikan Sumbar, dan kami sangat mengharapkannya,” paparnya.

Tidak hanya babi hutan lanjut Ari Yolanda, akan tetapi sapi dan kambing ternak warga daerah setempat juga sering masuk ke perkarangan sekolah.

Sebab di Kecamatan Sangir Balai Janggo binatang teknak hanya dilepas tanpa tali dan sudah jadi tradisi masyarakat sejak zaman dahulu hingga sekarang.

“Tidak hanya babi hutan, kambing, sapi, bahkan ternak jenis anjing juga mudah masuk ke perkarangan. Jika aktivitas belajar usai di sekolah, siapa yang akan mengawasinya,” tuturnya.

SMAN 11 Solsel yang dipimpin Elfi Hendri memiliki 95 orang murid, 24 tenaga pendidik dan 11 orang diantaranya Pegawai Negari termasuk Kepala Sekolah.

“Sekolah kami masih merindukan Ruangan Kelas Baru (RKB), dan labor komputer dalam menunjang kelancaran pendidikan. Bangunan baru ini sangat kami harapkan adanya,” ujarnya.

“Saat ini sekolah kami hanya ada lima kelas, kebutuhan enam lokal. Jadi masih kekurangan lokal dan fasilitas labor komputer,” jelasnya.

 

Kepala SMAN 11 Solok Selatan, Elfi Hendri mengakui kondisi sekolahnya seperti dijelaskan Wakil Kesiswaan. Ada sekitar 300 meter pagar melingkar sekolah yang membutuhkan anggaran pembangunan, termasuk RKB dan labor komputer.

“Kalau prestasi kita sebagai sekolah baru, yakni juara 3 tingkat Kabupaten lomba Kompetensi Siswa Nasional (KSN) atas nama Fikri Firmansyah matapelajaran kimia, dia siswa kelas XII MIA,” paparnya.

“Benar sekali kondisi sekolah kami seperti itu, saya saat ini lagi ada tugas di Padang,” ujar Elfi. (Adi)

 

error: Content is protected !!