Jadi Kebanggaan, SMAN 3 Satu-Satunya Sekolah Yang Lulus Program Sekolah Penggerak

compressed 1642601214086

Giat tari massal siswi SMAN 3 Solsel sambut SSC CUP dan Sekolah Penggerak 2022

Apa yang diraih SMAN 3 Solok Selatan (Solsel) di awal tahun 2022 ini, patut menjadi kebanggaan daerah berjulukan Sarantau Sasurambi itu.

Sebab satu-satunya sekolah ditingkat SMA/SMK di Kabupaten Solok Selatan yang lulus seleksi sebagai sekolah penggerak tahun 2022.

Hasil ini berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, nomor 0301/C/HK.00/2022, tentang penetapan satuan pendidikan pelaksana program sekolah penggerak angkatan II.

“Saya sangat bersyukur sekali, karena SMAN 3 satu-satunya SMA/SMK di Solsel yang lulus seleksi tahap akhir sebagai Sekolah Penggerak angkatan II tahun 2022. Hasil ini tadi pagi saya terima,” ujar Kepala SMAN 3 Solok Selatan, Akmalu Rijal Putra, S.Pd.MM, Rabu (19/1/2022) di kantornya.

Dia mengatakan, hanya dua SMA di Solsel yang lulus seleksi tahap II, yakni SMAN 3 dan SMAN 5 Solsel. Namun hasil tahap akhir, hanya SMAN 3 sendiri yang lulus berdasarkan pengumuman Kemendikbud Ristek RI.

 

Seleksi tersebut dilaksanakan di tahun 2021 lalu, ada 5 sekolah yang ikut seleksi tersebut yaitu Kepala SMAN 1 Solsel, SMAN 3 Solsel, SMAN 5 Solsel, SMAN 7 Solsel, dan SMAN 11 Solsel. Di Sumbar ada Kepsek dari Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan 50 Kota.

“Tujuan program sekolah penggerak ini dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia dan memperbaiki pendidikan ke arah yang lebih baik di Sumbar, khususnya di Kabupaten Solok Selatan,” terangnya.

compressed 1642601415666
Kepala SMAN 3 Solsel Akmalu Rijal Putrah

Akmalu Rijal mengaku, hasil yang diraihnya tidak lepas dari dukungan warga sekolahnya, siswa, guru, komite dan orang tua murid. Termasuk dukungan Bupati dan Wabup Solsel, Pemprov Sumbar beserta Dinas Pendidikan yang selalu mendukung dan mendorong terwujudnya program sekolah penggerak tersebut.

Intinya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.

 

“Pemerintah pusat ingin menyempurnaan program transformasi sekolan yang akan diakselerasikan kepada kepala sekolahnya,” papar ayah tiga anak itu.

Hasil ini secara otomatis Akmalu Rijal, akan menjadi penggerak para guru tidak hanya di SMAN 3 Solok Selatan saja, tapi di Solsel. Nantinya secara tidak langsung akan ada 9 guru penggerak di SMAN 3 Solsel.

Sebab lahirnya Kepsek Sekolah penggerak terfokus pada pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul berkarakter dimiliki Kepsek maupun guru.  Pembinaan khusus dan program peningkatan kualitas SDM dan prasarana secara otomatis akan diluncurkan Kemendikbud Ristek RI.

“Mulai Kepseknya, wakil kepseknya, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah penggerak akan mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri atau menggunakan kurikulum internasional,” beber Kepsek terbaik itu.

SMAN 3 akan menjadi model dan percontohan bagi sekolah lainnya di Solsel. Sebab tujuan pembentukan Sekolah Penggerak oleh pusat, untuk pembinaan guru dan murid di sekolah. Termasuk pembinaan guru di wilayah Solok Selatan.

Sistem pembelajaran akan terpusat pada murid. Jadi, guru hanya teman belajar yang penuh inspirasi dan tempat konsultasi bagi siswa.

“Tentu kita berharap kedepan kemajuan pendidikan Solsel bisa setara dengan sekolah maju di Sumbar dan di Indonesia,” pintanya. (Adi)

 

 

compressed 1642603285201
Keluarga besar SMAN 3 Solok Selatan
compressed 1642603285063
Upacara setiap senin pagi berjalan dengan tertib di SMAN 3 Solsel

 

 

error: Content is protected !!