Terlihat petani sedang mengelupas daun jagung

Rasa lelah dan penat para petani di Solok Selatan terobati, sebab harga komuditi jagung kering sudah mengalami kenaikan harga.

Perkilogram jagung ayam tersebut dibeli pedagang seharga Rp5 ribu, sebelumnya harga komuditi pertanian ini hanya laku kisaran Rp3.500 perkilogram.

“Sejak dua minggu terakhir harga Jagung kering sudah naik, hingga hari ini masih Rp5 ribu dibeli pedagang,” ungkap Rio Syafril petani jagung di Sungai Padi, Kecamatan Sangir, Jumat (10/4/2021).

Dia mengatakan, dengan baiknya harga komuditi jagung tersebut. Maka lelah para petani akan terobati, dan kondisi mahalnya harga pupuk juga setimpal dengan harga Jagung. 

Dia menyebutkan, baru sedang memanen jagung dibatangnya. Masih tahap proses pengelupasan daun jagung dari buah, kemudian di rontok sambil dijemur.

“Mahalnya pupuk dan rasa lelah petani akan terobati dengan didukung harga Jagung yang mahal,” paparnya.

Dia menyebutkan lagi, bahwa panen beberapa bulan lalu. Harga Jagung turun, ia hanya menjual Rp2.800 perkilogram jagung kering. Tapi sekarang sudah merangkak naik, mudahan saja harga masih bertahan hingga jagungnya kering. 

Tentu saja harapan itu tidak sekedar dari dirinya, akan tetapi dari petani lainnya juga berharap begitu. Harga bertahan dengan kondisi mahal, sehingga bisa untuk mencukupi kebutuhan selama ramadhan dan lebaran.

“Kalau masih mahal, maka kebutuhan ramadhan dan lebaran bisa tercukupi,” paparnya.

Diman,56, petani lainnya memaparkan, bahwa harga jagung sudah mengalami kenaikan.
Jagung basah saja kisaran Rp4.500 Hingga Rp4.800 perkilogram, bagi yang panen dan kering saat ini. Maka akan beruntung sebab harga Rp5 ribu, merupakan harga tertinggi jagung kering.

“Masih ada yang menjual tidak terlalu kering, bisa jadi menyikapi kondisi harga yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Kondisi saat ini, tidak terlalu banyak petani yang panen jagung. Ini salah satu penyebab harga mengalami kenaikan, mudahan saja tetap bertahan hingga memasuki lebaran. 

Agar petani jagung bisa menikmati jerih payah selama berani, dan menghabiskan waktu diladang.

“Harapan kita, harga tetap bertahan. Kapan lagi petani bisa menikmati harga Jagung yang mahal saat ini,” tuturnya. Adi

error: Content is protected !!