Kondisi rumah warga pasca Diterjang Angin badai

Solok Selatan, Kopasnews.com — Sebanyak 73 unit rumah warga termasuk sekolah mengalami kerusakan akibat diterjang angin badai di lima Kecamatan di Solok Selatan, Kamis (1/4/2021) subuh. 

Dengan rincian 33 unit mengalami rusak ringan, 32 unit rusak sedang dan 8 unit rusak berat.

“Sebanyak 73 unit rumah penduduk mengalami kerusakan dan dua titik akses jalan tertutup material kayu dan batu tumbang ke jalan. Angin badai ini melanda 5 dari 7 kecamatan yang ada di Solsel,” 0796Kata Kepala BPBD Solok Selatan, Richi Amran, Jumat (2/4/2021).

Dijelaskannya, angin badai yang memporak-pirandakan rumah warga, terjadi selama tiga jam. Dari pukul 02.00 wib malam hingga subuh Kamis (1/4/2021).

Sejumlah atap rumah warga berterbangan, termasuk kerusakan dinding rumah ketika ditiup angin badai.Bahkan ada yang ditimpa oleh pohon tumbang, baik rumah warga maupun sekolah. 

“Ini peristiwa terdahsyat terjadi di tahun 2021. Kekawatiran kita selama musim hujan di Solsel adalah banjir, namun yang terjadi badai,” ungkapnya.

Bedsheed Vechia Pilihan keluarga anda

Usai kejadian, BPBD, TNI-Polri, warga dan pihak Kenagarian turut ikut bahu membahu membantu membersihkan puing-puing rumah yang hancur lembur dilanda angin badai. 

Mulai dari pemotongan berbagai jenis pohon, hingga mengumpulkan atap rumah yang berterbangan. 
“Saat angin badai berlangsung, hujan pun turun dengan intensitas tinggi. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dari peristiwa itu, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta,” bebernya. 

Data kerusakan di Kecamatan Sangir, sebanyak 3 unit rumah mengalami rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Satu unit sekolah rusak sedang dan dua titik akses jalan tertutup material kayu dan batu. 
  Sementara di Kecamatan Pauhduo, 5 unit rumah penduduk mengalami rusak berat, 25 unit rusak sedang dan 15 unit rusak ringan. Kemudian di Kecamatan Sungai Pagu, 3 unit rumah penduduk rusak sedang dan 14 unit rusak ringan. 

Di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh sebanyak 3 unit rumah penduduk mengalami rusak berat, dan 2 unit rusak sedang. Serta di Kecamatan Sangir Batang Hari sebanyak 1 unit rumah mengalami rusak ringan. 

“Mudahan saja, badai segera berlalu. Karena sejumlah warga tidak memiliki tempat tinggal, akibat rumah mereka tumbang akibat badai,” terangnya. 

Richi mengimbau, agar masyarakat tetap berhati-hati serta waspada ketika ujan turun dengan intensitas tinggi, apalagi disertai angin kencang. 

Bagi masyarakat yang merasa terganggu dengan pohon-pohon yang berpotensi tumbang kerumah, maka pihak BPBD akan berusaha membantu memotongnya demi keselamatan. 

“Kehati-hatian kita akan dapat menyelamatkan diri dari ancaman bencana alam, termasuk menebang pohon kelapa atau jenis lainnya berada di dekat rumah,” tuturnya. Adi.

error: Content is protected !!