Solok Selatan, kopasnews.com — Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat (Sumbar), Fauzi Bahar berharap Pencak Silat harus masuk dalam program ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah.
Sebab akan dapat menuntun dan  membentuk karakter building generasi daerah,” jelas Fauzi Bahar usai melantik pengurus IPSI Solsel masa bakti 2020-2024 di Aula Kantor Bupati Solsel, Senin (8/2/2021).
Karena melalui pencak silat menurutnya, dapat mengurangi kriminal dan kenakalan remaja atau pemuda saat ini. Dijelaskannya, jika ditanya pemuda tahun 70an soal kenakalan remaja. Mereka akan menjawab bakal itu berambut gondrong, cabut di sekolah, nakal tidak mau masuk baju kedalam celana ketika bersekolah. 

Hari ini ketika ditanya kepada pemuda nakal itu apa?. Nakal itu narkoba, LGBT, pergaulan bebas. Maka pencak sikat tidak sekedar mewujudkan para pendekar, tetapi lebih pada karakter. 
Oleh sebab itu, kata Fauzi, silat salah satu alat pembentukan karakter building bagi anak-anak bangsa.
 Ini salah satu nilai plus yang meski dipertahankan bagi generasi ranah minang, untuk tidak melupakan tradisi yang sudah berkembang sejak nenek moyang terdahulu. 
Dilihat perkembangan silat di Sumbar, perlu gali kembali.
“Apalagi di Solok Selatan yang memiliki potensi pesilat-pesilat dan ini meski menjadi turun tenurun. Agar silat atau silek tidak pupus di makan zaman dan silat ini hanya ada di Sumbar,”bebernya.
“Mempertahankan budaya leluhur seperti basilek, ini penting,” ujarnya. 
Sementara Ketua IPSI Solok Selatan terpilih, Ariyal Joni Dt Bandaro Padang menjelaskan, akan mendidik generasi muda yang mapan untuk terampil menjadi pendekar yang handal dan profesional. 

“Ini cita-cita kami pengurus IPSI Solsel,” terangnya.
Dia berharap dukungan Pemkab Solsel, dan KONI Solsel dalam mewujudkan atlet pencak silat yang nantinya mampu membawa harum nama baik Kabupaten tercinta ini. 
Asisten 3 Pemkab Solsel Putra Nusa mengatakan, Pemkan berjanji kami Pemkab siap menyediakan anggaran untuk kegitan positif ini. (Adi)

error: Content is protected !!